The epic journey

Hari kedua belajar nyetir dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore, sudah lumayan. Saya bisa melewati jalan kampung yang sempiiiitt, juga jalan Prumpung - Parung yang rusak parah, berbatu, lubang dalam di sana sini dengan kubangan lumpur, dan truk-truk di depan, belakang dan sebelah kanan saya.

Saya tegang, tapi untungnya teman saya sang instruktur, tetap tenang dan santai. Benar-benar membantu saya menguasai rasa panik dan tegang itu.

Hari ini, roda depan mobil berhasil masuk ke dalam got, kemudian menabrak pot bunga besar di depan warung pinggir jalan, dan terakhir, begitu akan masuk gang depan rumah saya, berhasil menabrak pagar rumah tetangga.

Sungguh bagi saya ini perjalanan yang menegangkan dan memacu adrenalin. And I call it an epic journey.

Comments

Popular Posts