Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.

 

Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.

 

Kata yang Didengar, Bukan Dibaca

 

Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.

 

Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.

 

Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil.

 

Gambar yang Menjadi Cerita Pertama

 

Buku anak di usia ini sering kali berisi gambar besar dengan warna yang jelas. Dari situlah anak mulai mengenali dunia:

 

  • ·         wajah dan ekspresi
  • ·         hewan dan benda sehari-hari
  • ·         bentuk dan warna dasar

 

Buku bergambar tentang hewan, aktivitas harian, atau anggota tubuh sering menjadi pilihan awal karena dekat dengan pengalaman anak. Bukan untuk dipahami sepenuhnya, tetapi untuk dikenali perlahan.

 

Membaca sebagai Ritual Kecil

 

Kata sering lahir dari kebiasaan kecil. Membaca buku untuk anak usia 1 tahun pun begitu. Bukan target, bukan capaian, hanya ritual.

 

  • ·         Duduk bersama sebelum tidur.
  • ·         Membuka halaman yang sama berulang kali.
  • ·         Membaca buku yang sama, dengan intonasi yang mungkin berubah-ubah.

 

Di situ, buku menjadi penanda waktu. Bahwa hari sedang ditutup dengan tenang.

 

Memilih Buku, Bukan Mengoleksi

 

Tidak perlu banyak. Satu atau dua buku yang dibaca berulang kali sudah cukup. Buku dengan bahan tebal, sudut tumpul, dan ilustrasi sederhana biasanya lebih cocok untuk usia ini.

 

Sebagian orang tua memilih buku-buku anak yang mudah ditemukan secara daring karena praktis dan variasinya banyak. Selama bukunya sesuai usia dan digunakan sebagai sarana kebersamaan, pilihan itu menjadi soal kebutuhan, bukan soal merek.

 

Ikatan yang Terbentuk Tanpa Disadari

 

Anak mungkin tidak mengingat cerita dalam buku itu. Tapi ia akan mengingat perasaan:

 

  • ·         suara yang lembut
  • ·         tangan yang memegang buku
  • ·         momen ketika dunia terasa pelan

 

Membaca buku adalah salah satu cara paling sederhana untuk berkata, “Aku ada di sini.”

 

Tentang Menanam, Bukan Memanen

 

Mengenalkan buku pada anak usia 1 tahun bukan tentang hasil cepat. Tidak ada yang bisa diukur hari ini. Tidak ada yang bisa dipamerkan.

 

Ini tentang menanam kebiasaan, keakraban dengan kata, dan rasa bahwa buku adalah ruang yang aman.

 

Kelak, mungkin bertahun-tahun kemudian, anak akan duduk sendiri dengan sebuah buku. Dan mungkin tanpa sadar, ia sedang mengulang rasa yang sama.

 

Buku untuk anak usia 1 tahun bukan soal isi, melainkan suasana. Bukan soal seberapa banyak kata, tetapi seberapa hadir kita saat membacanya.


Dan dari kehadiran-kehadiran kecil itulah, hubungan dengan kata mulai tumbuh — pelan, hangat, dan apa adanya.

 

 

Catatan kecil:

Beberapa tautan pada tulisan ini mungkin merupakan tautan afiliasi. Jika pembaca memilih untuk membeli melalui tautan tersebut, bangkukata dapat menerima komisi tanpa biaya tambahan bagi pembaca.

Comments

Popular Posts