Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Drama? Lebay?

Ada seorang teman yang melabeli saya "drama queen". Sejauh ini, saya tidak mengakui atau menyangkalnya. Saya tahu, pelabelan apapun yang diberikannya kepada saya, itu semata-mata karena dia sayang saya.

Benar atau tidaknya bahwa saya drama queen, saya juga tidak tahu. Yang jelas, saya memang sering kali bereaksi lebih, cenderung lebay dan ekstrem terhadap rasa sakit (hati), terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan. Dalam hal ini, perasaan mendominasi akal sehat saya.

Ketika cinta mendatangi dan saya jatuh di dalamnya, saya menjadi manusia yang paling bahagia di dunia. Berdesir-desir, berdebar-debar. Seribu kupu-kupu menari-nari dalam perut saya. Saya akan lakukan apapun untuk cinta itu. Kadang saya menggenggamnya terlalu kuat, hingga dia mati dalam genggaman tangan saya.

Ketika kemudian cinta itu menguap, dan tidak ada kupu-kupu lagi yang menari dalam perut ini, maka saya akan merasa menjadi orang yang paling merana, paling sengsara di dunia ini. Seperti pesakitan yang tinggal menghitung hari atau detik untuk menjumpai keabadian. Sungguh saya tidak mau berada dalam titik ini. Titik yang melelahkan dan mematikan akal sehat.

INDONESIA BLOGGER


Comments

Popular Posts