Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Sepeda berkeranjang didepan

4 juni 2005 kemarin, tepat 5 tahun usia keponakan saya. Sebenernya udah terpikir dari jauh-jauh hari buat kasih kado ke dia, tapi ga tau kenapa sampe hari H nya, tuh kado belom saya beliin.

Biiip..biiiip..biiiip...pagi-pagi banget reminder di hp saya bunyi ngingetin hari ultah itu, whoooaa… kucek….kucek…kucek…saya mesti buru-buru bangun nih buat cari kado itu. Mandi sambil bernana-nini..hhmmmm seger, ngantuknya udah bener-bener ilang. Selamat pagi duniaa :-)

Sambil beresin tempat tidur, saya inget-inget lagi berapa dana yang tersisa dikartu saya…mmmmm (berpikir agak lama, kemarin tarik sekian buat bayar kartu kredit saya, 3 hari yang lalu ambil Rp. Sekian waktu jalan ke donatello, seminggu yang lalu bayar tagihan telpon, sementara dua hari lagi mesti check up ke dokter. **dizzy**). Jadi berapa dong sisanya?? Sementara saya tau banget keponakan saya itu, putri mungil itu, lagi pingin banget sepeda yang ada keranjang didepannya :-(

Akhirnya, menjelang siang itu saldo tabungan sayapun semakin menipis (maksud saya tipiiiiiiis banget). Namun sebagai gantinya saya pulang dengan sebuah sepeda mini merah berkeranjang didepan yang pasti cocok banget dinaiki sama keponakan saya itu. Begitu saya liat muka lucunya sumringah sambil memandang takjub sepeda itu, saat itu juga saya udah lupa sama tipiiiiiisnya saldo tabungan saya :-))

Comments

Tatz Sutrisno said…
This comment has been removed by a blog administrator.
Tatz Sutrisno said…
daku pun berhutang es krim sama putri jutek itu....(untung putrinya jauh lebih cantik daripada temennya yg punya sepeda duluan) heheheheeu.

Popular Posts