Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Don't carry the world upon your shoulder

Pernah merasa beban yang kita pikul berat banged ga? Pernah merasa banyak sekali yang harus kita lakuin demi orang lain ga? Padahal kita sebenernya ga sanggup ngelakuin itu semua, tapi melihat lingkungan diluar diri kita, orang-orang dekat kita, keluarga, teman, pacar, rekan kerja, rasanya menuntut kita untuk berbuat sesuatu.

Mungkin sebenernya mereka ngga juga menuntut kita melakukan ini-itu, mungkin sebenernya itu cuma dorongan yang timbul dari dalam diri kita sendiri. Akhirnya, karena kita merasa ga sanggup memenuhi dorongan dari dalam diri kita dan tuntutan dari luar, seringkali kita merasa ngga cukup berharga, ga cukup berbuat untuk orang lain. Perasaan itu sendiri dalam diri saya cukup memicu timbulnya rasa depresi, under pressure, dalam beberapa kasus juga bisa menimbulkan rasa bersalah. Kemudian saya bisa juga marah sama keadaan (jelek banged kaann!?) dan teriak GW JUGA MANUSIA!! or at least, God, I can’t take it anymore…

Tapi, sebenernya kan emang kita ga harus nyenengin setiap orang kan?ga harus bikin orang merasa selalu puas dengan keberadaan kita. Ga papa kali sekali-sekali bikin orang kecewa, biar mereka juga tau kalo kita manusia biasa dan sekaligus ngingetin bahwa manusia itu ga perfect.

intinya, don’t carry the world upon your shoulder laah, biar kita bisa lebih enjoy ngejalanin hari-hari dari pagi sampe sore sampe malem sampe pagi lagi gituuu..

Comments

Popular Posts