Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

I've been saved

Kemarin, teman saya baru aja menyelamatkan saya dari ide yang mungkin timbul dari keputusasaan yang saya yakin dapat jadi bumerang bagi hidup saya sendiri. Dalam keadaan shock (so much cloud over my head), kadang saya lupa kalo ada yang namanya akal sehat dalam kepala mungil saya ini. Nah, teman saya ini udah ngingetin saya kalo ternyata masih ada sel-sel kelabu (kata Hercule Poirot) yang lebih patut digunakan ketimbang rasa desperate itu.

Saya percaya, itulah salah satu fungsi teman yang sangat esensial. Mengingatkan kita pada saat kita lupa (manusia itu sifatnya pelupa kan!?), mengingatkan kita untuk tidak menggali lubang buat kita sendiri, menghindari kita dari rasa malu akibat lupa kalo kita masih punya akal sehat. Senangnya punya teman-teman seperti itu, yang dengan caranya sendiri, sadar atau pun tidak, menyelematkan hidup kita dari kelumpuhan sesaat ataupun permanen, membuat kita terus berjalan dengan kepala tegak.

Jangan pernah berhenti untuk saling mengingatkan ya. Lain kali saya lupa pada akal sehat saya, tolong ingatkan lagi, pls.

Thanks for saving me :-)

Comments

Popular Posts