Berawal di Stasiun Bogor
Semua perjalanan selalu membutuhkan sebuah awal. Dan bagi banyak orang, awal itu bernama Stasiun Bogor. Di kota yang setiap paginya diselimuti udara sejuk dan aroma hujan yang seolah tak pernah benar-benar pergi, rel-rel besi membentang seperti garis takdir. Di sinilah ribuan langkah berkumpul, membawa tujuan yang berbeda-beda. Ada yang mengejar pekerjaan, pendidikan, mimpi, atau sekadar pulang kepada seseorang yang menunggu. Kereta datang dalam irama yang telah dihafal waktu. Pintu-pintu terbuka, lalu manusia saling bertukar tempat. Sebagian mengakhiri perjalanan, sebagian lagi baru memulainya. Stasiun Bogor menjadi saksi bahwa hidup selalu bergerak; tak ada kereta yang menunggu terlalu lama, sebagaimana tak ada kesempatan yang selamanya singgah. Dari peron-peronnya, perjalanan menuju Jakarta dimulai. Perlahan, kota hujan tertinggal di balik jendela. Pepohonan berganti gedung, udara segar berubah menjadi hiruk-pikuk ibu kota. Namun, selalu ada bagian dari Bogor yang ikut terbawa—keten...