Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Hoping for the Best, Prepared for the Worst

Kemarin ditengah jalan mau kekantor, tiba-tiba turun hujan lebat. Untung saya selalu bawa jas hujan ditas saya (pergi dan pulang ke kantor, nebeng naik motor temen), jadi saya bisa melanjutkan perjalanan ditengah hujan deras itu. Hari sebelumnya, saya ngga bisa ikut pulang bareng sama temen saya itu gara-gara dia harus jemput anaknya. Untung saya bawa uang lebih dikantong saya untuk ongkos naik kereta Depok Express (awal tahun ini naik 1500 perak, jadi 7500 sekali jalan, damn!). Tadi pagi pas di lady’s, tiba-tiba (maaf) retsleting celana saya rusak, ngga bisa dipasang. (Lagi-lagi) untung saya selalu sedia celana panjang dilaci meja saya, buat back up kalau-kalau terjadi situasi seperti ini.

Apa sih yang bisa diambil dari kejadian-kejadian tak diharapkan diatas? Yaa, bahwa segala sesuatu itu ngga selamanya berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kita boleh mempunyai rencana apa aja, agenda seperti apa aja, dan kita boleh aja mempersiapkan diri matang-matang buat rencana kita itu. Tapi kita juga ngga boleh lupa bahwa ada faktor x yang seringkali ngga terduga datangnya untuk membuat sesuatu berjalan tidak terlalu sempurna.

Saya rasa akan lebih bijak kalau kita selalu mengingat keberadaan faktor x ini, jadi kalaupun hal itu terjadi kita ngga terlalu kaget atau malah mungkin kita sudah siap menghadapi kemungkinan buruk yang pastinya ngga kita inginkan. Saya yakin kita semua pasti siap untuk menghadapi kemungkinan terbaik, tapi jika yang muncul adalah kemungkinan buruk, rasanya sedikit sekali yang siap ya. Tapi kita ngga bisa nolak kan!? Mau ngga mau harus kita jalani.

So, be prepared for the worst.

Comments

Popular Posts