Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Time

TIME IS PRECIOUS

To realize the value of ONE YEAR
Ask a student who has failed in his exam

To realize the value of ONE MONTH
Ask a mother who has given birth to a pre-mature baby

To realize the value of ONE WEEK
Ask an editor of a weekly

To realize the value of ONE DAY
Ask a daily wage labour

To realize the value of ONE HOUR
Ask the lovers who are waiting to meet

To realize the value of ONE MINUTE
Ask a person who missed the train

To realize the value of ONE SECOND
Ask the person who has survived an accident

To realize the value of ONE MILLI SECOND
Ask the person who has won the Silver Medal in Olympics

(Taken from CHANDRAKANT M. JOSHI, Indian Patent & Trade Mark Attorneys’ Booklet)

Comments

Popular Posts