Skip to main content

Posts

Showing posts from 2007

just another stupid moment

Saya sering merasa kalo saya ni suka konyol n bego deh. Kek beberapa waktu lalu waktu saya pulang kerja, saya nangis di dalem angkot yang penuh banget. Pasti heran ya kenapa saya bisa nangis gitu? Sebenernya sepele si, masalah klasik, masalah hati:p

Malem itu si angkot yang saya naiki ambil jalan alternatif karena katanya lewat jalan biasa lagi macet banget sampe gak bisa gerak gitu. Akhirnya sang sopir dengan idenya yang hebat itu ambil jalan alternatif lewat suatu perumahan tempat tinggal mantan saya heuhe...see, konyol kan!? Waktu itu saya udah mau protes ama sang sopir, tapi keknya semua penumpang yang lain gak ada yang keberatan, jadi saya ngeri juga takut dikeroyok ama orang satu angkot, mau turun juga takut, mau naek apa nanti dari situ. Akhirnya dengan perasaan yang gak menentu, saya bertahan di dalam angkot itu. Perasaan saya tambah jungkir balik begitu sang angkot masuk perumahan tsb. And guess what, begitu saya baca nama jalan tempat tinggal si mantan, air mata saya jatuh gi…

kesepian

Lagi dengerin Kesepian-nya Dygta terus niyh:(

kurindu disayangi
sepenuh hati
sedalam cintaku
setulus hatiku
kuingin memiliki
kekasih hati
tanpa air mata
tanpa kesalahan
bukan cinta
yang melukai diriku
dan meninggalkan hidupku lagi

tolonglah aku
dari kehampaan ini
selamatkan cintaku
dari hancurnya hatiku
hempaskan kesendirian
yang tak pernah berakhir
bebaskan aku
dari keadaan ini
sempurnakan hidupku
dari rapuhnya jiwaku
adakah seseorang
yang melepaskanku
dari kesepian ini
adakah seseorang
yang melepaskanku
dari kesepian in

belahan jiwa

“Kamu percaya soulmate Jo?”
“Saya tidak tahu, tapi saya ingin percaya.”
“Aku percaya Jo, belahan jiwa itu ada.”
“Mungkin..”
“Ijinkan aku menemui kamu Jo, tunggu aku di Ngurah Rai. Aku ambil flight paling pagi ke Denpasar besok.”
“Kamu yakin?”
“Aku tidak pernah seyakin ini.”
Johana terdiam membeku, hanya mampu memandangi ponselnya yang telah mati. Sampai saat ini pun dia belum mampu berterus terang mengenai kondisi kesehatannya.
***
“Kamu pikir, setiap orang punya belahan jiwa?”
“Ya saya berpikir begitu Dan.”
“Dan kamu percaya setiap orang pada akhirnya akan bertemu dengan belahan jiwanya?”
“Mungkin…mungkin juga tidak.”
“Apakah kita berdua belahan jiwa?”
“Saya tidak tahu Dan, yang jelas saya merasa nyaman berbicara dengan kamu. Kamu seperti bagian diri saya yang hilang. Kamu melengkapi bagian yang hilang itu. Kamu ragu untuk menemui saya Dan?”
“Tidak, tidak sama sekali. Besok pagi aku akan terbang menemui kamu. Kita ketemu di Ngurah Rai. Tunggu aku di sana ya.”
Jidan melipat ponselnya, memandang…

margo story

Hey..kok senyum-senyum gak jelas gitu, kenapa?
Gak papa, pingin senyum aja.
Pasti ada apa-apa deh..
Sok tau kamu!
Emang saya tau kamu kok. Udah deh cerita aja, jangan sombong gitu.
Gak ada apa-apa kok, gak ada yang penting. Cuma inget kejadian tadi aja di Margo.
Ngapain kamu ke sana?
Hmmm…blind date.
Hohoho..so you still do blind dates huh?
Saya gak keberatan.
Kenal dimana? YM? Friendster? Hi5?
Nggak, dikenalin ama temen saya.
Ooo..Ngapain aja tadi di Margo?Nonton?
Hey, you know me, I don’t go to the movies on the first dates, especially the blind ones.
Terus ngapain?
Ngopi-ngopi aja di Starbuck.
Terus…?
Terus apanya??
Yaa terus gimana? Akhirnya gimana?Berlanjut ke arah mana?
Nggak berlanjut ke mana-mana, kita cuma temenan aja.
He’s not the one?
I guess not. He’s not my type, and I’m not his type either.
Jadi mode on nya masih sama, single but looking?
Sejauh ini iya haha…
Haha..baguslah, jadi kita masih dalam klub yang sama.
*jdigh*
Auuww!!

berjarak hati kita

Berapakah lagi jarak yang harus aku tempuh untuk mendekatkan hati kita? Seribu, dua ribu, sepuluh ribu mil? Aku bahkan tak tahu seberapa panjang jarak yang aku sebutkan tadi. Apakah jarak itu memang benar-benar ada? Atau kita sendiri yang begitu pintarnya menciptakan jarak itu?

Dodol!! Malam ini aku kehilangan kamu lagi. Aku merasakan jarak semakin membentang. Melewati puncak gunung, bibir pantai, liku sungai. Aku tak tahu dimana jarak ini akan berakhir. Keabadiankah jarak itu? Sampai maut memanggilkah ia?

Aku ingin berteriak, mengumpat, menjambak, melompat. Tak jua hilang jarak itu.

hati-hati dengan hati

Ketika semua mata seharusnya terpejam, saya masih setia memandangi monitor notebook saya, mencari-cari kata yang harus diperbaiki, diganti atau dihilangkan sama sekali. The Look of Love-nya Diana Krall tiba-tiba terdengar sangat nyaring dari henpon saya ditengah malam yang sunyi ini. Seketika buyar focus saya.

"yup..malem-malem nelpon, nape?"

"huaaaa...."

"Nay...nape si lo!?"

"Huaaa huhuhu...hiks"

"Naaay...napa sih? ada apa?" Saya melirik jam tangan saya, 01.14. Bingung, gak setiap hari saya terima telpon pada jam-jam segini dan cuma dengar suara tangisan.

"Hiks..hiks..dia pergi nDaa..ninggalin gua..it's all over..hiks..huaaa..."

"Siapa?Radit?"

"Iyaa..hiks..emang siapa LAGIII!" Jerit Naya galak. Lho ni orang kok curhat galak-galak gini sih.

"Lho..laki-laki kan emang gitu Nay, suka pergi sesuka hati" Ups, kayaknya jawaban saya salah deh.

"Kok kamu malah ngomong gitu sih nDaaaa!!" Tuuuh be…

sepatu baruku

Di dalam bis, saya menatap sepatu baru saya dengan takjub. Tidak manis, tidak keperempuan-perempuanan, tapi sangat nyaman. Yup, nyaman sekali. Tanpa hak tinggi, yang bikin nyeri kaki (well, I'm not high heels type)Nyangkrem-nya (Sorry, I couldn't find the most suitable term for this word in Bahasa or English) pas banget di kaki saya. Enak dibawa lari apalagi jalan. Sudah terbukti tadi waktu saya ngejar bis ini di depan halte Tosari.

But..tunggu dulu, keknya ada yang kurang deh. Ya ya kaos kaki, saya lupa pake kaos kaki. I should wear socks! Besok mesti pake kaos kaki nih.

saya emang suka gaya

Gimana enggak, lagi bangkrut aja saya masih bela-belain pergi ke Bali:p

Tiga atau empat minggu yang lalu, saya sempet baca salah satu rubric zodiac (iya, emang saya masih suka baca-baca ramalan bintang gitu hehe..), dan menurutnya:
Keuangan: sangat memprihatinkan, modal habis.
Asmara: masih ada cinta yang lain (hmmmm....)

Saya gak tau mana yang lebih menyedihkan dari dua hal diatas. Yang jelas, ramalan bintang itu dan kondisi keuangan saya yang sebenarnya juga, gak menyurutkan niat saya bikin trip ke Bali. Dan akhirnya setelah berusaha cari-cari flight ke Denpasar yang murah, dengan tekat dan niat yang bulat dan juga didorong oleh rasa penasaran yang menggelitik, saya pun terbang ke Bali.

Selama empat hari ke depan saya pun muter-muter Denpasar, ubud, sanur, kuta, sama temen baru saya di sana dengan motor yang saya sewa Rp. 25.000 sehari. Dan sumpah, selama di sana saya lupa ama kebangkrutan saya hehe...Enjoy aja…!!

YOU’LL NEVER KNOW

YOU’LL NEVER KNOW! Pake huruf capital semua ya. Itu penegasan dari temen saya yang tadi sore udah nelpon pada saat yang tepat banget…yak pada saat saya sedang tidur he..he..tadinya saya males banget ngangkatnya tapi begitu saya denger suaranya yang empuk langsung seger deh mata saya :p

Intronya gini:
“eh ini gue Fulan”
“hei..pa kabar?”
“lu gi tidur yak?”
“iya…hehe..”
“gak produktif amat!”
“embeerr…ujan tau disini”
Dan selama 51 menit 49 detik ke depan, dia pun jadi temen diskusi saya yang cerewet (talkative menurut dia sih) but truly relieving :p

Ada apa dengan YOU’LL NEVER KNOW yang pake huruf capital semua itu?? Intinya kita gak akan pernah tau apa yang akan terjadi di depan, apa yang akan terjadi dalam perjalanan dan pencarian kita. Yup, life is all about a quest and journey. Ada pencarian dan perjalanan untuk mencapai a big goal, a final one, dalam hidup kita. Kita bisa aja setting up a final goal, apapun tujuan itu, tapi kita ngga serta merta dapat meraih tujuan yang besar itu tanpa melal…

dan menguaplah uang itu...

Saya bukan shopaholic. Saya percaya itu sepenuhnya, well paling tidak itu anggapan saya sampai saat ini. Tapi jeleknya, saya yang bukan shopaholic itu bisa punya semangat ‘45 begitu ada di tempat perbelanjaan ataupun ketika keranjang belanjaan ada di tangan saya. Artinya, saya bisa lupa diri begitu saya bawa keranjang belanjaan, apalagi troli, dan berjalan dengan cermat di antara rak-rak barang di supermarket, hypermarket ataupun convenient store. Sebetulnya saya udah sering kali mengingatkan diri saya sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan nista itu, tapi apalah daya, saya hanya manusia biasa yang banyak lupa dan suka banyak gaya :D

Kejadiannya pun berulang lagi malam ini. Rencananya sih pulang kerja hari ini saya mau mampir ke salah satu tempat belanja cuma mau beli 1 atau 2 items barang yang emang saya perluin. Tapi, begitu saya masuk square itu, pertama kaki saya langsung mengarahkan seluruh badan dan nafas saya ke counter-counter DVD bajakan. Kemudian tangan saya dengan lincahny…

suara itu

PULANG kerja hari Jumat kemarin, di bilangan Sudirman yang muacet dan dalam bus yang lumayan penuh, tiba-tiba konsentrasi saya untuk tidur buyar oleh nada dering ponsel milik penumpang yang duduk tepat di belakang saya. Sebentar cuma, selanjutnya digantikan oleh suara mendesah manja, syahdu, sendu mendayu (lebih mirip suara orang bangun tidur plus kebelet, sorry, pup, kalo saya bilang sih) milik si empunya ponsel.

“hhhaloooo….”
(jeda)
“hhakuu mhassiihh dhi bhiss..”
(jeda)
“hhiyyaa…hhakuu ngghhaak nhaikh bhuswhayy…nhaikh phathass hasee..”
(jeda)
“khasian yah haku jham sghini mhasshih dhi jhalan..shiapha yhang chewe shiapha yhang chowo hini..”
(jeda)
“hhiyyaa..hhiyyaa..hhakuu yhang shalahh..hakuu lhuphaa khalho jham shegithuu khamhu phasti mhasshiih dhi lhaphangan bhasket..”
(jeda)
“hyaa hudhaah hyaa hhakuu hyaangg thelphon bhalik hyaa shayaang”
(jeda, kali ini agak lama. Mudah-mudahan gak bisa nyambung hihi…)
“hyaa shayhang..”
(jeda. Nyambung juga)
“shekharang khamu udhaahh dhi rhumahh bhelum?”
(jeda)

aku disini

Malam ini, dan malam-malam sebelumnya, aku terdampar di pulau sunyi tak bernama, tanpa penghuni. Dimana angin pun tidak punya suara, langit tak berwarna dan air tak beriak. Bulan, sabit atau pun purnama, sama saja, dia tidak bisa tersenyum apalagi tertawa. Bintang-bintang, mereka ada di langit tapi tak mampu berkerlip. Di tempat ini, cinta tidak pernah bisa tumbuh dengan sempurna ataupun hanya sekedar singgah, air mata pun bisa jatuh tanpa sebab.
Dan aku yang ada disini, seperti sudah terdampar ribuan tahun tanpa kapal yang dapat membawaku ke seberang lautan.

Pada akhirnya, malam ini, seperti malam-malam yang lewat, aku semakin terdampar dalam kesunyian absolut, menyatu dalam pasir tanpa bisik yang diselimuti kekosongan tak bertepi. Mengerikan hiiiii…!!

Aku Dengan Mu

Terdiam, tanpa suara
aku hanya mendengar desah nafasmu,
setiap detak jantungmu,
mencium bau tubuhmu,
dan aku biarkan jemariku merasakan setiap helai rambutmu.

Ketika kita menyatu dalam diam
aku terlelap akhirnya, sungguh.

My Name is Kim Sam Soon

Akhirnya selesai juga nontonnya!

Belakangan ini, karena saya punya banyak banget waktu luang, saya jadi bingung mau ngapain. Seringnya sih keluar masuk kamar, muter-muter aja di sekitaran rumah. Jadi ritualnya gini, dari kamar, ke dapur, ke teras, balik lagi ke kamar, ke dapur lagi. Iya, emang gak produktif and gak kreatif banged.

Nah buat bantu saya menghabiskan waktu luang yang banyak itu, jumat lalu saya pinjem dorama Korea punya sepupu saya yang super Korean minded. Sebenernya sih filmnya udah pernah saya tonton, tapi sedikit-sedikit, loncat-loncat gitu. Nah, kemaren itu saya bertekad buat menyelesaikannya semua dari episode 1 ampe akhir sebanyak 16 episode. Dan saya benar-benar membuktikan tekad saya huehehe…

Hasilnya apa coba? Saya ga bisa berhenti nontonnya, saya pingin terus dan terus nonton tuh film. Oiya, yang saya pinjem itu judulnya My name is Kim Sam Soon. Maaf nih, saya gak tau siapa pemainnya. Tapi sumpah, bagus deh ceritanya, enak banget ditontonnya (pokoknya ceritanya gw…

Tentang Gambir (Lagi)

Semua orang pasti punya tempat kenangan, ataupun tempat yang memercikkan chemistry tertentu ketika kita ada di sana, menimbulkan geliat aneh dalam diri kita. Salah satu tempat yang mempunyai efek tersebut buat diri saya adalah Gambir. Iya, Stasiun Gambir. Buat saya tempat tersebut bukan hanya tempat orang bertemu atau berpisah, tempat orang pulang atau pergi kerja, tapi tempat itu salah satu tempat bersejarah buat hati saya. Kenapa bisa begitu? Nanti deh saya cerita.

Ngomong-ngomong tentang stasiun kereta, agak menyimpang sedikit ya, sama halnya seperti bandara, pelabuhan, atau terminal, selalu memberikan atmosfir yang lain buat saya. Karena di tempat itulah orang biasanya bertemu atau berpisah. Ditempat itu ada wajah harap-harap cemas dan tidak sabar karena sebentar lagi bakal bertemu orang yang dicintai, senyum bahagia ketika akhirnya orang tersebut tiba juga, wajah sedih karena harus melepas orang yang dicintai, wajah lelah, wajah marah, dan seribu satu macam wajah lainnya.

Ok, back …

Ternyata Aku Masih Menangis

Aku mendengar angin membisikkan namamu, aku menangis
aku melihat bulan menyunggingkan senyummu, aku menangis
aku menyadari bintang masih mengerlingkan matamu, aku menangis
semua yang mengingatkan aku padamu masih membuat aku menangis

Aku menangis ketika tak ada lagi lenganmu untuk ku gandeng
aku menangis ketika tak dapat lagi ku dengar suaramu
aku menangis ketika malam melenyapkan bayanganmu
aku menangis ketika cintaku tak mampu menahan pergimu

Ternyata aku masih menangis pada segala yang mengingatkanku padamu, dan semua hal mengingatkan aku padamu
ternyata aku masih menangis sejak saat aku kehilangan dirimu, sampai saat ini.

malem-malem

Setting: tengah malam di kamar saya yang berantakan karena sudah hampir sebulan gak pernah di bersihin dan dirapihin. Cuma ada saya yang belakangan ini jadi insomnia (SyBiJI) dan notebook saya yang saya paksa ikutan insomnia (NSyPII), juga kesunyian yang tidak pernah menjauh.

SyBiJI: keknya kita bakal begadang lagi de ni.
NSyPII: k gpp kok bos, sy si siap2 aja. Emang masih syusah tdr ya bos?
SyBiJI: yup. Gak tau ni nape. Padahal bingung jg mo ngapain.
NSyPII: nonton tipi aja kali.
SyBiJI: males ah, gak ada yg seru, lagian belakangan ini gw jg dah gak terlalu addicted
ama idiot box itu.
NSyPII: atau nonton drama korea aja d, gmn?
SyBiJI: males jg, gw kan gak kecanduan drama korea kek sepupu gw yg satu itu, yg gila
bngt ama segala sesuatu yg berbau korea.
NSyPII: adduuuhh...terus mo ngapain dong udh malem kek gini? *bingung n kesel*
SyBiJI: yaa gak tau, bawel bngt si lu!
NSyPII: paksain bobo aja bos, paksa merem gitu...
SyBiJI: dari td jg udh gw paksain klo bisa mah, orng teteup gak bisa kok.
NSyPII:…