Skip to main content

Featured

Berawal di Stasiun Bogor

Semua perjalanan selalu membutuhkan sebuah awal. Dan bagi banyak orang, awal itu bernama Stasiun Bogor. Di kota yang setiap paginya diselimuti udara sejuk dan aroma hujan yang seolah tak pernah benar-benar pergi, rel-rel besi membentang seperti garis takdir. Di sinilah ribuan langkah berkumpul, membawa tujuan yang berbeda-beda. Ada yang mengejar pekerjaan, pendidikan, mimpi, atau sekadar pulang kepada seseorang yang menunggu. Kereta datang dalam irama yang telah dihafal waktu. Pintu-pintu terbuka, lalu manusia saling bertukar tempat. Sebagian mengakhiri perjalanan, sebagian lagi baru memulainya. Stasiun Bogor menjadi saksi bahwa hidup selalu bergerak; tak ada kereta yang menunggu terlalu lama, sebagaimana tak ada kesempatan yang selamanya singgah. Dari peron-peronnya, perjalanan menuju Jakarta dimulai. Perlahan, kota hujan tertinggal di balik jendela. Pepohonan berganti gedung, udara segar berubah menjadi hiruk-pikuk ibu kota. Namun, selalu ada bagian dari Bogor yang ikut terbawa—keten...

Negeri Sejuta Senja

Di negeri sejuta senja, matahari tak pernah berhenti menyala, gagah dan garang. Bertengger tanpa lawan. Kita tak perlu menunggu, karena kehadirannya selalu tepat waktu. Di setiap pagi, setelah melewati sepertiga malam yang paling sunyi mematikan, semburat merahnya dipastikan akan datang. Ia menyaksikan cinta yang tumbuh utuh atau mendua, hubungan yang tangguh atau yang kemudian secara perlahan runtuh, atau pun dengan tiba-tiba. 

Di negeri sejuta senja, tidak ada batas mimpi. Namun mimpi juga bisa mati dalam genggaman, teronggok di tepi jalan atau di sudut kamar, seperti juga cinta yang bisa mati bahkan sebelum tumbuh. 

Tapi kita, kita hanya perlu percaya bahwa suatu saat keadaan akan membaik, mimpi bisa hidup lagi dan terbang tinggi, karena memang ia tidak berbatas. Begitu juga cinta, dia akan datang tanpa suara, seperti berasal dari ruang hampa. Sungguh kita hanya perlu percaya, karena di negeri sejuta senja, senja tidak pernah kehilangan jingganya, matahari selalu bertengger gagah dan garang. Menyala. 

Comments

Popular Posts