Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Negeri Sejuta Senja

Di negeri sejuta senja, matahari tak pernah berhenti menyala, gagah dan garang. Bertengger tanpa lawan. Kita tak perlu menunggu, karena kehadirannya selalu tepat waktu. Di setiap pagi, setelah melewati sepertiga malam yang paling sunyi mematikan, semburat merahnya dipastikan akan datang. Ia menyaksikan cinta yang tumbuh utuh atau mendua, hubungan yang tangguh atau yang kemudian secara perlahan runtuh, atau pun dengan tiba-tiba. 

Di negeri sejuta senja, tidak ada batas mimpi. Namun mimpi juga bisa mati dalam genggaman, teronggok di tepi jalan atau di sudut kamar, seperti juga cinta yang bisa mati bahkan sebelum tumbuh. 

Tapi kita, kita hanya perlu percaya bahwa suatu saat keadaan akan membaik, mimpi bisa hidup lagi dan terbang tinggi, karena memang ia tidak berbatas. Begitu juga cinta, dia akan datang tanpa suara, seperti berasal dari ruang hampa. Sungguh kita hanya perlu percaya, karena di negeri sejuta senja, senja tidak pernah kehilangan jingganya, matahari selalu bertengger gagah dan garang. Menyala. 

Comments

Popular Posts