Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Kopi Tubruk

Belakangan, saya menghindari kopi campur sachet (kopi instan), baik itu kopi hitam atau pun putih. Saya beralih ke kopi tradisional, kopi tubruk hitam, kental plus sedikit gula. Jadi kopi saya cenderung pahit.

Dulu, pilihan saya selalu kopi instan sachet tanpa ampas. Preferensi ini kemudian berubah, setelah suatu sore saya bertemu salah satu klien, seorang pencinta kopi dan pemilik coffee shop di bilangan Pluit. Sambil menikmati espressonya, dia bercerita banyak tentang kopi. Bagaimana espresso dan latte yang sedang kami nikmati sampai ke penikmat kopi.

Saya tertegun ketika lelaki muda berwajah oriental ini bilang, kalau kopi sachet campur yang rutin saya minum itu ternyata bukan kopi, melainkan sari kopi, esen kopi. Menurutnya, setelah kita minum kopi, dan kemudian air seni yang kita keluarkan berbau sama persis dengan aroma kopi yang kita minum, bisa dipastikan bahwa itu bukan kopi asli, hanya sari kopi. Kopi asli tidak akan menyebabkan air seni kita berbau kopi.

Sejak sore itu, saya berhenti minum kopi instan sachet, dan hanya minun kopi tradisional, kopi tubruk hitam kental dengan sedikit gula, ketika di rumah atau di kantor. Di coffee shop, pilihan saya tetap latte.

#catatanminggupagi

Comments

Popular Posts