Featured
Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...
- Get link
- X
- Other Apps
Berjuang
Yang telah saya pelajari selama lebih dari tigapuluh tahun hidup saya adalah bahwa tidak ada sesuatu yang mudah dalam hidup ini. Segala sesuatu yang kita inginkan harus kita raih dengan penuh perjuangan. Dan tidak semua yang kita inginkan dapat kita raih, meskipun kita sudah berjuang jungkir balik. Segala sesuatunya tidak mudah, tidak ada yang mudah, kecuali (maaf) kentut. Itu pun kadang-kadang susah.
Seperti saat ini. Rasanya saya sudah berjuang sepenuh hati untuk mengalahkan rasa kantuk yang kerap menyerang di jam-jam sekarang. Saya udah bolak balik ke toilet, saya udah minum kopi, saya udah ngemil biskuit, ngemut permen, tapi teteup aja sang kantuk nan bandel masih berjaya menguasai mata saya.
Popular Posts
Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
memang butuh pengorbanan... walau kadang dapat dengan mudah digapai hasilnya tanpa banyak pengorbanan..
berjuang....
memang harus sepenuh hati walau kadang dengan keraguan kita dapat menggapainya.
berjuang...
memang harus sampai titik darah penghabisan walau belum sampai berdarah kita sudah dapat menikmatinya.
berjuang...
melawan kantuk dengan segala daya upaya dan jerih payah walau ada hal mudah untuk mengusirnya...
coba bayangkan...
saat kantuk tiba.. bayangkan ada berita yang mengagetkan seprti kekasih yang kita cintai dan tidak kita relakan kepergiannya datang menyusul ke KL untuk menemui kita...tiba - tiba hadir disisi kita... atau yang lebih ekstrim lagi ada berita ortu kita masuk rumah sakit dalam kondisi parah sedangkan kita masih di negeri orang dengan ketiadaan dana untuk pulang... namun ini merupakan seolah olah kesempatan terakhir kita bertemu dengannya..
oh... bayangkan...saya rasa hilang rasa kantuk itu atau...
ini cuma mimpi karena ternyata kita sudah tertidur akibat gak bisa nahan kantuk... he...he...he...