Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Zidan Namanya

Zidan namanya. Pertama ketemu Zidan di tukang sempol ayam, dekat entrance 7 alun-alun Kota Bogor, tadi malam. Dia menawarkan donat, 1 pak isi 2 seharga Rp.5.000. Saya beli 1 pak dan menawarkan sempol ayam. Zidan mengangguk.

Tadi pagi, di dalam alun-alun, saya bertemu Zidan lagi. Kali ini, dia tidak membawa donat, melainkan beberapa pak tissue. Saya tegur dia, "Hey, tadi malam jualan donat kan ya?"

"Iya Bu, donat punya orang. Sekarang saya bawa tissue, ini juga punya orang. Ibu mau tissue?" Jawabnya.

"Boleh deh satu", kata saya.

Saya bayar tissuenya, " Ya Allah, makasih banyak Bu". Suara Zidan lirih.

Hati saya teriris.

Tiba-tiba seorang Ibu lewat sambil membentak, "Jangan di jalan dong!" Sorry, salah kami, ngobrolnya di jalur jalanan dalam alun-alun.

Saya gandeng Zidan ke arah pilar taman, dan kemudian kami duduk ngobrol berdua. Kata Zidan ibunya sudah meninggal, ayahnya ngamen di alun-alun, dan kadang di Terminal Loji. "Bapak ngamen pake gitar,"  terang Zidan.

"Gitar besar atau gitar kecil (ukulele)?" Tanya saya. "Gitar besar Bu", ucapnya.

"Zidan sekolah ngga?"

"Sekolah Bu, kelas 5"

"Hari ini ngga sekolah?" Tanya Saya.

"Biasanya saya sekolah dulu Bu, baru jualan," ungkapnya.

"Tadi malam Zidan di sini, sekarang pagi sudah di sini lagi. Emang rumahnya deket sini ya?" Selidik saya.

"Rumah saya di Laladon Bu, tadi malem saya tidur di sini (alun-alun)."

"Kalau tidur di sini kamu belum mandi dong?" Saya menudingnya.

"Saya suka mandi di kamar mandi situ Bu," Kata Zidan sambil menunjuk kamar mandi alun-alun.

"Ibu mau kerja?" Gantian dia yang bertanya.

"He'eh," Angguk saya.

Zidan mengulurkan salah satu lembar uang yang saya beri tadi, sambil bilang "Bu ini buat ongkos Ibu kerja aja".

Saya ngakak sambil nangis, "Ngga usah, Ibu masih ada ongkos". 

Comments

Popular Posts