Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Karma!?!

Karma?apaan sih sebnrnya? ada ga sih sebnrnya? klo kita pernah berbuat salah sama seseorang apa lantas kita akan dpt balasannya dr orang lain?apa itu yg dinamain karma?padahal kita ga sengaja melakukan kesalahan itu, ga bisa mengelak untuk berbuat salah karena kondisinya mengharuskan kita utk berbuat spt itu. Klo pada akhirnya bakal membuat orang lain sakit apa lantas kita patut mendapat balasannya?
any comment? just email me pls, it would b very much appreciated ;-)

Comments

Anonymous said…
nggak lah ... yang ada cuma pikiran kita yang dililit perasaan salah sehingga tidak bisa berfikir jernih untuk melangkah kedepan

Popular Posts