Skip to main content

Featured

Berawal di Stasiun Bogor

Semua perjalanan selalu membutuhkan sebuah awal. Dan bagi banyak orang, awal itu bernama Stasiun Bogor. Di kota yang setiap paginya diselimuti udara sejuk dan aroma hujan yang seolah tak pernah benar-benar pergi, rel-rel besi membentang seperti garis takdir. Di sinilah ribuan langkah berkumpul, membawa tujuan yang berbeda-beda. Ada yang mengejar pekerjaan, pendidikan, mimpi, atau sekadar pulang kepada seseorang yang menunggu. Kereta datang dalam irama yang telah dihafal waktu. Pintu-pintu terbuka, lalu manusia saling bertukar tempat. Sebagian mengakhiri perjalanan, sebagian lagi baru memulainya. Stasiun Bogor menjadi saksi bahwa hidup selalu bergerak; tak ada kereta yang menunggu terlalu lama, sebagaimana tak ada kesempatan yang selamanya singgah. Dari peron-peronnya, perjalanan menuju Jakarta dimulai. Perlahan, kota hujan tertinggal di balik jendela. Pepohonan berganti gedung, udara segar berubah menjadi hiruk-pikuk ibu kota. Namun, selalu ada bagian dari Bogor yang ikut terbawa—keten...

Cerita Kemarin

Ini cerita kemarin. Pergi ke kantor, saldo di tabungan saya tinggal dua ratus ribu perak. Siang hari, ibu saya telepon, minta dikirim uang untuk beli pampers si abah (ayah saya yang sudah lebih 2 tahun ini, hanya terbaring di tempat tidur, stroke berat). Teriris hati saya, sudah beberapa minggu ini, uang mingguan yang biasa saya kirim ke keluarga sangat tersendat, lantaran pemasukan saya juga tersendat. 

Tidak sampai hati saya hanya mengrimkan dua ratus ribu yang tersisa di rekening hari itu. Saya pun menghampiri rekan saya, "Yan, ada duit ga gope? gua pake dulu dong, emak gua telpon minta dikirimin uang buat beli pampers bokap", begitu kata saya. Uang 500 ribu pun masuk ke rekening saya. Thanks, Adrian, you've been my lifesaver every now and then. Uangpun langsung berpindah ke rekening saya yang lain, yang memang saya peruntukan untuk keperluan di rumah orang tua. 

Itu siang hari, sekitar pukul 13 an. Sore hari, ada pembayaran yang tidak disangka-sangka, tidak terpikirkan sebelumnya, masuk ke rekening saya. Tuhan, betapa instan balasan-Mu. Sugguh orang tua adalah pembuka pintu rezeki yang sebenar-benarnya. 

For you that still have your parents around, treat them right, treat them well. The whole damn world would not be enough to pay them back. 

Comments

Popular Posts