Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

ice blended old town white coffee-hazelnut

Sabtu malam, 7 February 2009, di satu sudut Old Town White Coffee, South of Bangsar, KL, saya sibuk mengaduk-aduk ice blended Old Town white coffee-hazelnut, sambil menatap laki-laki yang duduk di hadapan saya. Sejak kami tiba sekitar jam 10.45 pm, kami sibuk membicarakan proyek film animasi robotnya. Mmmm..sebenernya yang sibuk bicara dia, saya hanya mendengarkan saja sambil sesekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh. Dia memang tergila-gila dengan animasi, terutama robot-robot dan superhero. Dan saya, sumpah, sama sekali buta dengan hal itu (sejujurnya, saya buta akan banyak hal).

Malam merambat pelan, bulan menyingkap kegelapan, pasangan-pasangan semakin mengeratkan genggaman tangan. Robot dan superhero telah meninggalkan kami berdua. Perlahan, kami tenggelam dalam kehidupan pribadi kami. Sebenarnya, kehidupan pibadi yang kami jalani tidak jauh berbeda, di luar perbedaan perangkat kelamin yang kami miliki. Kami sama-sama lajang di usia kepala tiga (ok ok, saya beberapa tahun lebih tua darinya). Tinggal dalam dunia kapitalis. Sibuk dengan mimpi yang masih harus dikejar. Sampai kapan dan di mana harus mengejar mimpi itu, kami tidak tahu. Buat saya pribadi, masih harus ditambah untuk belajar merasa secure dengan diri sendiri, dan mensyukuri apa yang saya miliki. Otherwise, saya hanya akan merasakan kosong dan plain di tengah kesendirian saya, persis seperti yang saya rasakan belakangan ini. [Being single is not that bad actually, begitu kata teman saya].

Comments

Popular Posts