ketika hujan

Kuala Lumpur diguyur hujan, lebat dan berangin, sesekali dihiasi kilat dan petir. Dari ketinggian lantai 18, saya memandangi dunia yang basah. Cahaya lampu jalan yang berpendar di tengah hujan, kendaraan-kendaraan yang melintas perlahan di jalan yang berair. Tercenung saya menatap semuanya dari balik jendela kamar. Hanya ada saya dan irama hujan. Gosh, betapa saya mencintai hujan, dan saya selalu mencintai hujan, sejak dulu lagi.


(sendiri, menunggu Yaya online)

Comments

Popular Posts