Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Google Today: Sapardi Djoko Damono


Google doodle today, March 20, 2023.


Siapa itu Sapardi Djoko Damono yang menjadi ikon di Google doodle hari ini? Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah seorang sastrawan Indonesia, yang lahir di Surakarta pada hari ini, 83 tahun lalu, tepatnya tanggal 20 Maret 1940. Beliau meninggal dunia pada tanggal 19 Juli 2020, di Tangerang Selatan. 

Selama hidupnya, sastrawan yang kerap dipanggil SDD (singkatan dari namanya), merupakan dosen di IKIP Malang, Universitas Indonesia dan Institut Kesenian Jakarta, untuk kurun waktu yang berbeda. Sapardi juga menerima beberapa penghargaan atas karya-karyanya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya Cultural Award (Australia, 1978) dan SEA Write Award (Thailand, 1986).

Beberapa puisi karya Sapardi Djoko Damono, yang sangat terkenal di kalangan sastrawan maupun masyarakat umum adalah Hujan Bulan Juni, dan Aku Ingin. 


Hujan Bulan Juni

 Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakan rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu


Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapuskan jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu di jalan itu

 

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkan yang tak terucapkan

Diserap akan pohon bunga itu

 

Aku Ingin

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya

tiada”





Comments

Popular Posts