Skip to main content

Featured

What Do We Live for?

What do we live for? I asked.  We may count the days from the day we were born to the day we take our last breath.  Some would carry the world upon their shoulder only to make sure others can take their breath.  So what do we live for? I asked. 

Kosong Itu Sungguh Ada

Kosong itu sungguh ada. Ia hadir berderai di antara rinai hujan, bertahta di antara senda gurau dan petikan gitar, di sekeliling lembah di antara gemuruh air terjun. Ia meraja di hijau gunung berselimut kabut putih dan desir angin yang menggigit tulang. 

Kosong itu sungguh ada. Ia menggeliat di atas meja kerja, berkamuflase dalam tumpukan berkas tua berdebu, bertengger pada layar presentasi. 

Sungguh kosong itu ada, dan ia begitu nyata. 

Comments

Popular Posts