Kosong Itu Sungguh Ada

Kosong itu sungguh ada. Ia hadir berderai di antara rinai hujan, bertahta di antara senda gurau dan petikan gitar, di sekeliling lembah di antara gemuruh air terjun. Ia meraja di hijau gunung berselimut kabut putih dan desir angin yang menggigit tulang. 

Kosong itu sungguh ada. Ia menggeliat di atas meja kerja, berkamuflase dalam tumpukan berkas tua berdebu, bertengger pada layar presentasi. 

Sungguh kosong itu ada, dan ia begitu nyata. 

Comments

Popular Posts