Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Filosofi Superman

Mengapa Superman itu superman? Apa lantaran outfitnya itu, celana dalem di luar dan celana luar di dalem, yg membuat dia menjadi manusia super? Saya rasa bukan. Saya berani jamin itu. Saya pernah minta keponakan saya utk pake baju cara Superman, tapi dia tetap ngga punya kekuatan super.

Terus, kenapa Superman itu superman? Menurut saya, Superman menjadi superman, karena ia berada di bumi. Di planet tempat dia berasal, saya rasa dia hanyalah salah satu laki-laki yang make celana dalem di luar dan celana luar di dalem, seperti halnya penghuni lain planet itu. Mereka punya kekuatan yg sama, cara pake baju yg sama. Di tempatnya, Superman hanya laki-laki biasa, ngga beda sama yg lain.

Kalo kita mau hebat, ingin beda dengan yg lain, ngga ada salahnya coba cara superman. Pake filosofi Superman, beradalah di luar komunitas kita, maka kita akan terlihat beda, standing out from the crowd.

(Just a thought.)

Comments

Popular Posts