Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Maka berikanlah maaf..

Saya percaya, baik dan buruk dalam diri manusia tak ubahnya seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Begitu pula dengan diri Pak Harto, banyak yang menghujat tapi saya percaya beliau punya sisi baik yang semestinya tidak boleh kita lupakan. Biar bagaimanapun juga, beliau sudah mempunyai andil yang demikian banyak dalam membesarkan Negara ini dan membawa kita sampai pada tahap sekarang walaupun masih jauh dari harapan kita pastinya. Jadi tidak ada salahnya kalau kita berbesar jiwa dan memberikan maaf untuk beliau yang sudah kembali kepada sang Pemilik.

Note: Saya tidak pernah membenci Pak Harto. Satu-satunya kekesalan saya sama beliau adalah ketika dulu pada saat TVRI masih jadi satu-satunya stasiun tv yang tayang di sini (it truly revealed my age, right!? :D), acara yang saya tunggu-tunggu harus terlambat atau bahkan tidak tayang sama sekali lantaran si stasiun tv ini menayangkan laporan khusus yang meliput kegiatan Pak Harto. Tapi perasaan kesal itu sudah hilang kok sejak lama J.

Comments

Popular Posts