Featured
Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...
- Get link
- X
- Other Apps
BARU KEMARIN
Sepertinya baru kemarin saya menulis surat bertanggal 3 Januari 2023, sepertinya belum lama saya membaca email bertanggal 10 Januari 2023, dan sepertinya baru sekejap saya ada di tahun 2023, dan sekarang saya sudah mulai menulis surat dengan berbulan Januari 2024.
Sepertinya baru kemarin saya merayakan ulang tahun saya, ulang tahun kakak saya, ulang tahun adik-adik saya di angka belasan. Ternyata itu sudah terjadi ribuan hari yang lalu, karena kemarin saya baru saja merayakan ulang tahun kakak saya yang ke 52 tahun. Tidak lama lagi (semoga sampai), giliran saya menandai tahun emas kelahiran saya.
Waktu betul-betul berlari dengan kecepatan tinggi, kepergian waktu tidak terasa dan berlalu dalam sekejap.
Big Five O!
Popular Posts
Belajar Menghargai Keahlian Orang Lain
- Get link
- X
- Other Apps
Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran
- Get link
- X
- Other Apps
Comments