Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

DOWN WITH COVID-19


I'm still in a recovery process. Getting better and better. Feeling better and better. Healthier and healthier.

Covid-19 changed me. It changed the way I see the world. Life is beautiful, yet fragile. God is Great. Family is numero uno. Family comforts you. Family gives you strength. Family gives you hope and spirit to fight whatever you feel inside. Family is what matters most. Everyday is a gift, we need to be thankful for.

How lucky I am to still have a chance to see this morning sunshine, to see familiar faces that I've known for all my life. It's a bless. Alhamdulillah wa syukurillah.

Comments

Popular Posts