Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Buku Catatan

Buku catatan itu penting, digital maupun tradisional. Sayangnya, saya jarang banget membuat catatan-catatan sepanjang perjalanan hidup saya. Saya punya buku catatan itu, saya isi dengan perasaan, ide, rencana atau mimpi-mimpi saya, atau momen-momen yang saya anggap istimewa dan saya takut akan hilang dalam ingatan saya kalau tidak dituliskan. Tapi tidak tergolong rajin mengisi buku catatan itu, seringnya terlupa, ya karena tidak terbiasa itu.

Kalau sedang iseng, saya suka buka tulisan-tulisan saya itu, kemudian teringatlah saya dengan kejadian-kejadian yang sudah terlupa, atau ide-ide yang sudah tidak pernah saya pikirkan lagi. Buku catatan bisa mengingatkan kita pada banyak hal, pada mimpi yang sepertinya sudah berdebu, teronggok begitu rupa di sudut kamar. Atau pada orang yang dulu pernah kita anggap spesial. Atau pada ide-ide yang menunggu untuk dijalankan dan mimpi-mimpi yang menggeliat minta dihidupkan.

Dua hari lalu, saya ada blind date. Saya pikir akan saya tuliskan dalam buku catatan saya, karena saya anggap kejadian itu cukup istimewa, we had a good time, talking and laughing. Tapi kemudian, berhenti begitu saja, tidak ada komunikasi lebih lanjut. Belum sempat saya menuliskannya dalam buku catatan saya. Mungkin dia atau kejadian itu, tidak cukup istimewa untuk mengisi buku catatan itu. 

Comments

Popular Posts