Skip to main content

Featured

Daur Ulang Plastik: Limbah Tak Lagi Limbah

 Plastik adalah bahan yang sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun, masalahnya terletak pada akibat negatifnya terhadap lingkungan ketika plastik ini dibuang begitu saja setelah digunakan. Dalam beberapa tahun terakhir, solusi yang semakin populer untuk mengatasi masalah ini adalah daur ulang plastik. Daur ulang plastik adalah proses mengambil limbah plastik dan mengubahnya menjadi produk baru yang dapat digunakan kembali. Inilah mengapa daur ulang plastik menjadi semakin penting dalam upaya menjaga lingkungan.   Salah satu manfaat utama dari daur ulang plastik adalah mengurangi jumlah limbah plastik yang mencemari lingkungan. Plastik adalah salah satu jenis limbah yang sangat sulit terurai secara alami, dan ketika dibuang begitu saja, dapat mencemari tanah, air, dan udara. Dengan mendaur ulang plastik, kita dapat mengurangi jumlah plastik yang mencemari lingkungan dan meracuni makhluk hidup di dalamnya.   Selain itu, daur ulang plastik juga membantu mengu

Yeay Hujan!

Hujan. Saya suka hujan, saya suka aroma hujan. Saya suka ketika butiran-butiran air itu melepaskan diri dari awan yang jenuh uap air, dan kemudian menghapus debu di udara, jatuh di daun-daun, menimpa kaca jendela dan atap rumah dengan riuh rendah nyanyiannya. Dan nyanyian itu, nyanyian hujan itu, sungguh mampu menenangkan hati saya.

Semasa saya duduk di sekolah dasar, daerah tempat tinggal saya itu masih sangat kampung. Jarak dari rumah ke sekolah yang cukup jauh itu, saya tempuh dengan jalan kaki. Melewati sawah, kebun, sungai dengan aliran air yang cukup besar dan jalan tanah setapak. Waktu itu jarang sekali orang yang punya kendaraan bermotor. Dan ketika hari hujan, saya akan berjalan kaki ke sekolah dengan membawa sebilah daun pisang sebagai payung. Masih sangat jelas dalam ingatan, saya berseragam putih merah, menggendong tas punggung, bertelanjang kaki (sepatu dan kaus kaki saya simpan dalam tas) berpayung daun pisang. Tapi apabila hujan selepas sekolah, saya tidak akan susah payah berpayung apa pun, saya lebih suka pulang berhujan-hujan.

Dan setelah menjadi perempuan seutuhnya, ada satu scene yang selalu bermain di kepala saya ketika hujan turun. Saya duduk di sofa mungil dekat jendala kamar saya yang didominasi warna putih, dengan secangkir kopi, memandang derai hujan yang jatuh di kaca jendela kamar. Sungguh suatu kedamaian yang sempurna. 

Comments

Popular Posts