Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Sama-sama TKI

Saya lagi belajar bahasa Melayu, dan berusaha banyak practice biar lancar bahasa tersebut, bukan apa-apa siy, supaya lebih nge-blend aja ama lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Di setiap kesempatan, kalau memungkinkan, saya berusaha ngomong pake bahasa Melayu. Kek hari minggu lalu, setelah cape pusing-pusing di distrik Brickfield, daerah komunitas India di KL, saya ama salah seorang housemate saya mampir ke sebuah rumah makan untuk nyoba roti cane. Begitu dihampiri oleh sang pelayan restoran, dengan segenap kemampuan saya, saya pun langsung order makanan dengan menggunakan bahasa Melayu.

Setelah saya ngomong panjang lebar, nanya ini itu, sang pelayan pun bertanya sama saya, "Kakak ni orang mane?"

Saya bilang, "Saya dari Indo (Indonesia)." Dia pun lantas tersenyum dan bilang, "saya juga dari Indo, dari Lombok."

Yaah, ternyata sama-sama TKI, tau gitu saya gak perlu susah-susah ber-Malay-Malay.

Comments

Popular Posts