Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Sabtu, 6 Mei 2006

“Selamat ulang tahun sayang…maaf yaa saya ngga ada di deket kamu..” Jam dimeja saya menunjukkan angka 2:10 dini hari ketika cellphone saya bunyi dan saya mendengar suara yang begitu familiar ditelinga saya.
Sebaris kalimat tadi cukup membuat saya berurai air mata. Air mata sedih atau bahagia, saya juga ngga tau pasti. Terharu mungkin dengan sebaris kalimat tadi. Sedih mungkin, karena sebenernya saya juga pingin sang pemilik suara ada didekat saya..yaa tidak pada jam segitu sih, bisa-bisa ditangkep hansip nanti.

Terlepas dari sesi roman picisan itu, saya bersyukur sekali telah diberi kesempatan menjadi diri saya sebagai makhluk individu dan sosial dengan segala kompleksitasnya. Saya bersyukur pernah merasakan bahagia, bersyukur pernah merasakan sakit, bersyukur pernah merasakan kecewa, bersyukur pernah berurai air mata, bersyukur pernah melampiaskan amarah saya, bersyukur pernah berbuat konyol, bersyukur untuk mempunyai impian dan harapan yang membuat saya merasa lebih hidup. Dan masih banyak lagi hal-hal yang patut saya syukuri ditengah rasa jenuh dan stagnan yang semakin memuncak ini.

Comments

Anonymous said…
kita gak dianggap euyyyy...

sedih banget gue..
naanaaa said…
selamat ulang tahun ya mei.. sorry te laat.
Ojan said…
beruntung merasakan cinta...ha ha ha...(ngakak abis mode : on)
Anonymous said…
iya jan..walopun ada sakitnya jg huehehe...
zuki said…
alhamdulillah ... hidup ini memang indah .. :)

Popular Posts