Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

drama pagi ini (part II)

Image hosting by Photobucket
Diit..diiit..diiiiiiiiiitt

Di depan Pakubowono Residence.
Siapa coba yang bisa tinggal ditempat eksklusif ini?? Yang jelas bukan saya dong, biarpun saya pingin misalnya. Udah deh ga usah dibahas.
Ga ada apa-apa, cuma macet, asap (atau ‘asep’ boleh juga) hitam tebal keluar dengan sukses dari knalpot patas AC yang emisinya jelas ga terawat. Kita jadi seperti berada dipusaran kabut hitam yang bikin sesak dan pedih mata. Jadi mirip penyanyi-penyanyi dulu, waktu TVRI masih merajai dunia pertelevisian disini, pas mereka lagi nyanyi kan suka keluar kabut tebal gitu kan!? Bedanya mungkin warnanya putih dan ga bikin sesak napas. Kebayang dong efeknya buat penyanyi-penyanyi itu kalo kabutnya bikin sesak, ga jadi nyanyi pastinya.

Masuk Pintu Satu Senayan.
Sebuah sedan berhenti pas setelah lampu jalan. Sontak, joki-joki yang berjajar dipinggir jalan berebut mendekat. Sayangnya cuma dua orang, satu ibu-ibu dan satu lagi remaja tanggung, yang beruntung dapet rezeki ikut sama mas-mas-pengemudi-mobil-yang-baik-hati-lantaran-takut-ditilang-polisi itu.

Sebuah gedung di Wahid Hasyim
Alhamdulillah, akhirnya dengan benak dipenuhi drama yang terputus-putus itu dan mata bengkak karena kurang tidur, saya sampe juga di kantor.
“Mbak, abis nangis yak?kok matanya bengkak!?” Sambil mencet tombol lift, dengan enteng sang Satpam dikantor nuduh saya abis nangis.
End of morning journey, or has it just begun?

*Dipanggung drama dunia, saya merasa begitu kerdil*

Comments

Popular Posts