Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2009

pagi

Beginilah seharusnya aku melewati hari,
setiap pagi,
dengan seukir senyum dibalik cangkir putih.
Kopikah? Teh? Oo tak tahu pasti aku,
dan kau pun tak pernah memberitahu.
Hanya senyum itu yang kerap mengganggu.

ice blended old town white coffee-hazelnut

Sabtu malam, 7 February 2009, di satu sudut Old Town White Coffee, South of Bangsar, KL, saya sibuk mengaduk-aduk ice blended Old Town white coffee-hazelnut, sambil menatap laki-laki yang duduk di hadapan saya. Sejak kami tiba sekitar jam 10.45 pm, kami sibuk membicarakan proyek film animasi robotnya. Mmmm..sebenernya yang sibuk bicara dia, saya hanya mendengarkan saja sambil sesekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh. Dia memang tergila-gila dengan animasi, terutama robot-robot dan superhero. Dan saya, sumpah, sama sekali buta dengan hal itu (sejujurnya, saya buta akan banyak hal).

Malam merambat pelan, bulan menyingkap kegelapan, pasangan-pasangan semakin mengeratkan genggaman tangan. Robot dan superhero telah meninggalkan kami berdua. Perlahan, kami tenggelam dalam kehidupan pribadi kami. Sebenarnya, kehidupan pibadi yang kami jalani tidak jauh berbeda, di luar perbedaan perangkat kelamin yang kami miliki. Kami sama-sama lajang di usia kepala tiga (ok ok, saya beberapa tahun l…

BM

Tadi pagi, begitu gua buka mata, gua udah bisa ngerasain tanda-tanda itu ada. Tanda-tanda gua bakalan BAD MOOD seharian. Perasaan gua udah gak enak, udah males ngapa-ngapain. Gua udah berusaha melawan gejala itu, gua senyum sama dunia, gua nyanyi-nyanyi, berusaha berpikir positif. Semuanya gak berhasil.

Seharian tadi banyak banget kejadian yang bikin mood gua tambah terpuruk. Dan pada saat seperti itu, gua jadi sangat sensitif. Gua akan bereaksi berlebihan terhadap hal-hal kecil, apalagi terhadap hal yang melukai harga diri gua. Sialnya lagi, hari ini gua berhubungan sama orang yang jelas-jelas menjadikan gua ban serep. Gua udah pengen nimpuk aja ama high heels yang baru gua beli minggu lalu. Belum lagi mesti ngadepin orang yang ngambek, bikin cape gua.

Setelah menelan beberapa pil pahit, hari ini gua ended up sesenggukan dengan suara tertahan di surau. Ya Allah, betapa susahnya ikhlas.

ketika hujan

Kuala Lumpur diguyur hujan, lebat dan berangin, sesekali dihiasi kilat dan petir. Dari ketinggian lantai 18, saya memandangi dunia yang basah. Cahaya lampu jalan yang berpendar di tengah hujan, kendaraan-kendaraan yang melintas perlahan di jalan yang berair. Tercenung saya menatap semuanya dari balik jendela kamar. Hanya ada saya dan irama hujan. Gosh, betapa saya mencintai hujan, dan saya selalu mencintai hujan, sejak dulu lagi.


(sendiri, menunggu Yaya online)

GA 820

Rabu, 28 Januari 2009, tepat pukul 1.45 pm, pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 820 dari Jakarta mendarat mulus di bandara internasional Kuala Lumpur, KLIA, yang megah itu. Saya tetap duduk dengan sabuk pengaman masih melingkari pinggang saya (yang ramping..cuihh) sampai pesawat benar-benar berhenti, bahkan sampai satu persatu penumpang yang duduk di belakang saya meninggalkan tempat duduknya. Enggan rasanya meninggalkan pesawat, ingin sekali saya tetap berada di dalamnya sampai pesawat itu kembali lagi ke Jakarta.

Toh akhirnya saya harus turun juga ketika hampir semua penumpang sudah meninggalkan burung besi itu. Dengan ogah-ogahan saya melangkah ke luar dan tersenyum pada pramugari yang berdiri dekat pintu pesawat. Satu catatan kecil yang saya dapat dari penerbangan saya dengan Garuda dari Kuala Lumpur - Jakarta - Kuala Lumpur, adalah pamugari-pramugarinya tidak jelek, tapi juga tidak secantik dan semuda pramugari-pramugari penerbangan lain yang pernah saya tumpangi. Namun te…