Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Tahu dan Susu Kedelai

Hari ini saya belajar satu hal dari sekolah kehidupan, bahwa berbagi tidak perlu menunggu sampai kita kaya dan berlebih. 

Hampir setiap pagi, saya membeli dua gelas susu kedelai dari penjual tahu dan susu kedelai yang selalu masuk komplek perumahan tempat saya tinggal. Kadang suka bosan juga, tapi saya usahakan tetap membeli minimal dua gelas susu kedelai, atau salah satu barang dagangan yang beliau bawa. Selain tahu dan susu kedelai, beliau juga suka membawa pepaya dan pisang. 

Ketika tadi pagi saya membeli susu kedelai seperti biasa, saya lihat beliau membawa pepaya dan pisang beberapa sisir. Selain susu kedelai, saya putuskan untuk membeli pepaya dan bertanya juga berapa harga pisang satu sisir. Kemudian beliau bilang, "Ngga apa-apa Ibu, kalau Ibu mau, ambil saja pisangnya, Ibu bayar untuk pepaya dan susu saja". 

Awalnya saya berkeras untuk membayar pisang, saya tidak mau merugikan bapak itu, tapi beliau tetap tidak mau menerimanya, "Ngga apa-apa Ibu, betul, Ibu bawa saja, pisang itu saya ambil dari kebun saya sendiri", begitu ujarnya, tetap menolak uang pembayaran saya untuk pisang tersebut. 

Tadinya, saya ingin tinggalkan saja uang di atas barang jualannya, tapi saya pikir, saya harus menghargai keinginan beliau untuk berbagi. Akhirnya saya simpan kembali sisa uang saya, sambil mengucapkan terima kasih setulusnya dan mendoakan rezeki yang lancar untuk beliau. 


Comments

Popular Posts