Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Hai masa lalu

Hai masa lalu, apa kabarmu sekarang? Sudah sejauh mana kamu melangkah? Ke arah mana engkau menuju? 

Hai masa lalu, mari kita bicara tentang diriku. Sudah jauh sekali aku melangkah, sesekali aku menoleh ke belakang, ke arahmu. Mengenangmu, mengenang bagaimana kita dulu. Menyatu di suatu waktu, sampai saatnya aku harus melepaskanmu. Bukan, bukan karena aku tidak mencintai atau menginginkanmu. Sedemikian besar keinginanku untuk membawamu sepanjang langkahku, sepanjang perjalanan yang aku lalui. Tapi kamu menolak keinginanku, kamu menorehkan kecewa yang tidak sedikit. Ada juga malu dan marah yang sulit untuk dihindari. Cukup manusiawi aku rasa. 

Hai masa lalu, mari kita bicara lagi tentang diriku. Maaf jika terdengar egois. Kadang aku menoleh ke arahmu, sering malah. Untuk belajar dari apa yang telah berlaku. Menempa diri dan hati agar lebih matang dan bijaksana melangkah ke depan. 

Hai masa lalu, pada akhirnya aku ingin berterima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku, telah membawaku sampai ke titik ini. Kita memang harus saling melepaskan, untuk dapat berjalan lebih jauh lagi.  

Comments

Popular Posts