Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

MENIKAH!!

MENIKAH!! Ya, menikah! Saya menikah. Tepat di usia saya yang ke 42, 6 Mei 2016, akhirnya saya menikah dengan laki-laki pilihan saya sendiri, walaupun pada awalnya Ibu saya tidak sepenuhnya menyetujui hubungan kami. Ini adalah prestasi luar biasa dalam sejarah hubungan saya dengan lawan jenis.

Lantas, apakah saya lebih bahagia setelah menikah? Merasa hidup saya lengkap setelah menikah? Kalau saat ini saya merasa lebih bahagia, kenapa saya sering kali merindukan masa-masa lajang saya selama 42 tahun? Kalau hidup saya sudah lengkap setelah menikah, lalu kenapa saya sering kali merasakan lubang kosong hitam menganga dalam dada saya? Kenapa saya seperti hidup di musim kemarau yang sudah enam bulan tidak turun hujan, kering dan gersang? Kalau memang betul saya merasa lebih bahagia dan hidup saya terasa lebih lengkap, lantas kenapa hari ini, di usia pernikahan saya yang baru satu setengah bulan, saya sudah kirim email ke biro konseling pernikahan untuk menanyakan biaya konseling? 

Comments

Popular Posts