Skip to main content

Featured

Don’t Be Cruel to Yourself: Embracing Self-Kindness

In the journey of life, we often find ourselves navigating through a labyrinth of expectations, challenges, and uncertainties. Amidst this tumultuous terrain, we encounter a relentless companion: our inner critic. This voice, often fueled by self-doubt and comparison, can be incredibly harsh, constantly reminding us of our flaws, failures, and inadequacies. Yet, in our quest for growth and fulfillment, it's essential to recognize the profound importance of extending kindness and compassion to ourselves. In this short writing, we dig into the significance of self-compassion and the transformative power it holds in fostering resilience, well-being, and personal growth.   At the heart of self-compassion lies the recognition of our shared humanity. We are not immune to imperfections, setbacks, or moments of vulnerability. Rather than berating ourselves for our perceived shortcomings, self-compassion invites us to embrace our humanity with empathy and understanding. It acknowledges

ulang tahun nana

Image hosted by Photobucket.com

17 November, teman saya, Nana berulang tahun. Itu artinya hampir 2 minggu yang lalu dan saya baru ingat hari ini. Mungkin saya bukan teman yang baik, paling tidak saya bukan orang yang dapat mengingat hari bersejarah teman saya dengan baik. Tapi saya punya keyakinan bahwa Nana bakal memaklumi kealpaan saya ini seperti dia selalu memaklumi kealpaan2 saya dulu.

Saya seringkali salut dengan pemikiran teman saya itu. Walaupun usianya 2 tahun dibawah saya, tapi kedewasaannya jauh diatas saya. Dia bisa mencari jawaban-jawaban ataupun alasan-alasan yang rasional dari setiap masalah. Kalaupun suatu hal tidak bisa ditelaah oleh pemikirannya yang simple, dia akan mengembalikan semuanya kepada yang Diatas. Dalam pandangan saya, mungkin bentuk pemikirannya yang sederhana dan sikap penyerahannya itu yang membuatnya kelihatan ringan menjalani kesehariannya.

Mungkin itu juga yang membuatnya selalu jadi orang pertama yang ada dalam kepala saya untuk dihubungi setiap kali ada yang mengganjal pikiran saya. Dulu kami biasa ngobrolin apa aja sampe larut, sampe rasa ngantuk ilang. Sayangnya, semakin hari kami berdua seperti semakin kehilangan waktu buat ketemu atau sekedar telpon-telponan. Sampe ulang taun dia aja, saya lupa *adduuhh*.

Menu > message > write message > Na, met ultah yak, sorry nih telat banget, tapi gpp kalii dr pd ngga sama skali :D > send

Status report > not delivered.
?!?!?!?!?

Comments

zuki said…
enak sekali memang bisa hidup seperti itu ... mudah-mudahan kita juga diberi kelapangan hati dalam menghadapi hidup ini ya .. :)
zuki said…
halooo ... udah tahun baru lho ... :)
zuki said…
apa kabar nih ... :)

Popular Posts