Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Sang Jiwa Telah Mati

Hari ini, sang jiwa telah mati. Ssst, dia memutuskan untuk mati!
Yaa, setelah perjalanan panjang melewati lorong waktu yang gelap,
melewati bukit-bukit gersang dan padang ilalang.
Hari ini, tepat tigapuluh dua tahun yang lalu sang Jiwa memulai pencariannya, perburuan hatinya.
Dialog-dialog panjang yang dilakukannya dengan bintang, tidak juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang pencarian jiwanya.
Pernah pada suatu kesempatan, dia bertutur pada langit
Bahwa jauh sebelum jiwanya dilahirkan, bumi telah menyembunyikan teman jiwanya yang kemudian dicarinya didasar samudera, diantara butiran pasir gurun, dibelantara hutan dan didalam tubuh-tubuh yang berkeliaran.
Dan sang jiwa pada akhirnya, membiarkan takdir membawanya pada perjalanan tanpa ujung, berada dalam lingkaran lelah dan keinginan untuk jatuh cinta yang kemudian mati begitu saja.
Sampai akhirnya sang jiwa bertanya, apakah benar ada dibumi ini tempatnya untuk jatuh dan dijatuhi cinta? Atau itu hanya merupakan garis imajiner yang ia ciptakan sendiri?
Sampai kematiannya, sang jiwa tidak pernah menemukan baik jawaban atas pertanyaannya, atau teman jiwanya ataupun akhir dari perjalanannya.

Comments

Popular Posts