Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Filosofi Superman

Mengapa Superman itu superman? Apa lantaran outfitnya itu, celana dalem di luar dan celana luar di dalem, yg membuat dia menjadi manusia super? Saya rasa bukan. Saya berani jamin itu. Saya pernah minta keponakan saya utk pake baju cara Superman, tapi dia tetap ngga punya kekuatan super. Terus, kenapa Superman itu superman? Menurut saya, Superman menjadi superman, karena ia berada di bumi. Di planet tempat dia berasal, saya rasa dia hanyalah salah satu laki-laki yang make celana dalem di luar dan celana luar di dalem, seperti halnya penghuni lain planet itu. Mereka punya kekuatan yg sama, cara pake baju yg sama. Di tempatnya, Superman hanya laki-laki biasa, ngga beda sama yg lain.Kalo kita mau hebat, ingin beda dengan yg lain, ngga ada salahnya coba cara superman. Pake filosofi Superman, beradalah di luar komunitas kita, maka kita akan terlihat beda, standing out from the crowd.(Just a thought.)

Kosong Itu Sungguh Ada

Kosong itu sungguh ada. Ia hadir berderai di antara rinai hujan, bertahta di antara senda gurau dan petikan gitar, di sekeliling lembah di antara gemuruh air terjun. Ia meraja di hijau gunung berselimut kabut putih dan desir angin yang menggigit tulang. 
Kosong itu sungguh ada. Ia menggeliat di atas meja kerja, berkamuflase dalam tumpukan berkas tua berdebu, bertengger pada layar presentasi. 
Sungguh kosong itu ada, dan ia begitu nyata.

Jangan Bohongi Hati

Jujur saja, saya tidak selamanya jujur. Kadang saya bohong, demi alasan-alasan tertentu, misalnya untuk menjaga perasaan orang, untuk menyudahi pembicaraan yang bikin saya bosan, atau untuk menutupi perasaan saya.

Dari segala kebohongan yang pernah saya lakukan, ternyata berbohong kepada hati sendiri yang paling berat. Saya pikir, ketika saya menerima kehadiran orang lain yang tepat berada di depan saya dan saya berpura-pura hadir untuknya, hati saya akan merasa penuh, tidak ada lagi ruang kosong yang menganga. Tapi ternyata saya salah besar, kebohongan tidak akan membuat hati kita terasa utuh. Ruang kosong akan tetap kosong. Dan yang bisa saya lakukan hanyalah mengakui kosong itu sebagai keadaan yang harus saya terima. Paling tidak, untuk saat ini.