Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

suara itu

PULANG kerja hari Jumat kemarin, di bilangan Sudirman yang muacet dan dalam bus yang lumayan penuh, tiba-tiba konsentrasi saya untuk tidur buyar oleh nada dering ponsel milik penumpang yang duduk tepat di belakang saya. Sebentar cuma, selanjutnya digantikan oleh suara mendesah manja, syahdu, sendu mendayu (lebih mirip suara orang bangun tidur plus kebelet, sorry, pup, kalo saya bilang sih) milik si empunya ponsel.

“hhhaloooo….”
(jeda)
“hhakuu mhassiihh dhi bhiss..”
(jeda)
“hhiyyaa…hhakuu ngghhaak nhaikh bhuswhayy…nhaikh phathass hasee..”
(jeda)
“khasian yah haku jham sghini mhasshih dhi jhalan..shiapha yhang chewe shiapha yhang chowo hini..”
(jeda)
“hhiyyaa..hhiyyaa..hhakuu yhang shalahh..hakuu lhuphaa khalho jham shegithuu khamhu phasti mhasshiih dhi lhaphangan bhasket..”
(jeda)
“hyaa hudhaah hyaa hhakuu hyaangg thelphon bhalik hyaa shayaang”
(jeda, kali ini agak lama. Mudah-mudahan gak bisa nyambung hihi…)
“hyaa shayhang..”
(jeda. Nyambung juga)
“shekharang khamu udhaahh dhi rhumahh bhelum?”
(jeda)
“htherus hudhahh mhandhi bhelhum?”
(jeda)
“hyaa khamu khan thau ghimhanha kherjhaan hakhu shayhang, thadi shiang haja hakhu ghak shemphet khelhuar phas jham mhakhan shiang”
(jeda)
“hemhang khamhu mhau phulang khaphan shayhang?”
(jeda)
“hyaa hudhahh hnanthi hakhu jhemphut dhi bhandhara yha shayhang, bhiar haku bhawa mobhil, hakhu kherjha shethengah hariy dheh shayang, therus lhangshung khe bhandhara jhemput khamu, ghimhanha?”
(jeda)
“gha pha-pha shayhang, athaw khamu nhaik Dhamrhi dhulhu shampheBlokh hM, therus hakhu jhemphutnya dhi shana”
(jeda)
“hakkhu ghak thau bherapha nhaik Dhamrhi, hakhu ghak phernah nhaik Dhamri khalho khe bhandhara, nhaik mhobhil therus”
(jeda. Damri itu mobil juga khan!?)
“hooo hyaa hudhahh khalho ghithuu..hakhu jhemphut dhi shana haja shayang”
(jeda)
“hyaa khamhu hathi-hathi yaah shayhaang..nhanthi shamphe rumhah hakhuu thelphon khamu lhaghi”

Iiiihh gerah deh denger nya :p

Comments

Anonymous said…
salam kenal mbak Sari... wah mbak Sari ternyata berbakat juga ya jadi 'pengamat lingkungan' :) Sukses selalu ya mbak..
.:nien:. said…
terima kasih sudah mampir di tempat saya, ibu.

postingan nya menarik.
Anonymous said…
huakakakakakak.. lucu--lucu.. hehehe..

Popular Posts