Skip to main content

Featured

Buku dan Anak Usia 1 Tahun: Tentang Kata, Waktu, dan Kehadiran

Di usia 1 tahun, anak belum mengenal huruf, belum memahami cerita, bahkan belum bisa duduk lama mendengarkan. Namun justru di usia inilah, buku memiliki makna yang sangat sederhana dan penting, yaitu kehadiran.   Buku bukan tentang membaca. Buku adalah tentang duduk bersama, membuka halaman perlahan, dan membiarkan kata-kata hadir lebih dulu di udara.   Kata yang Didengar, Bukan Dibaca   Anak usia 1 tahun mengenal dunia lewat suara. Ia menyerap nada, irama, dan pengulangan. Saat sebuah buku dibacakan, yang bekerja bukan hanya telinganya, tetapi juga rasa amannya.   Buku dengan kalimat pendek, pengulangan kata, atau bahkan hanya satu kata per halaman sering kali lebih bermakna dibanding cerita panjang. Di usia ini, irama suara orang tua jauh lebih penting daripada alur cerita.   Beberapa orang tua memilih buku papan (board book) dengan kata-kata sederhana karena lebih tahan dibuka, ditutup, dan dipegang berulang kali oleh tangan kecil. ...

Cimol Rasa Barbecue

Sabtu malem kemaren, jalan-jalan dibogor sama sepupu saya. Ngga niatan jalan-jalan sih, cuma abis nengokin temen di Cikereteg (??), itu lho daerah antara Ciawi dan Cicurug (lebih deket ke Ciawi sih), terus pulangnya jalan dibogor deh. Asik juga, Bogor malem minggu itu lumayan rame. Rame, tapi masih tetep nyaman dan manusiawi. Udaranya juga bikin betah. Satu-satunya yang mengganggu kenyamanan itu cuma angkotnya yang kebanyakan. Jalanan Bogor, ngga cuma hijau sama pohon-pohon tapi juga hijau oleh angkotnya.

Biarpun begitu, hal tersebut ngga mengurangi kecintaan saya terhadap Bogor. Ngga tau kenapa, saya selalu jatuh cinta sama Bogor. Kota kecil yang ramah dan enak untuk ditinggali menurut saya. Belum lagi udaranya yang masih seger. Akses untuk ke Jakarta juga gampang. Punya rumah di Bogor, itu salah satu impian saya sejak lama.

Dulu, waktu masih sering kumpul sama temen-temen, saya paling seneng makan-makan diujung jalan Pajajaran atau ke Salak Sunset sambil cuci mata. Atau muter-muter didalam kota Bogor, kalo lagi mau paling ke Puncak makan jagung bakar terus turun lagi. Kayanya udah lama banget deh saya ninggalin ritual yang buat saya lumayan menggairahkan itu.

Malem minggu kemaren sambil makan cimol rasa saus pedes didalam angkot, sementara sepupu saya lebih memilih cimol rasa barbecue, saya semakin teringat dan kangen akan tahun-tahun dimana waktu luang saya lebih sering dihabiskan dikota kecil nan nyaman itu. (Where have those years gone anyway?)

Comments

Popular Posts