Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Terjemahan Cinta

Cinta bisa diterjemahkan ke dalam banyak hal, dari yang sangat sederhana sampai ke hal-hal rumit dengan tingkat kompleksitas yang sangat ekstrim.

Dalam bentuknya yang paling sederhana, cinta bisa hadir dalam kalimat singkat seperti jangan lupa sholat, atau sudah makan belum, atau hati-hati di jalan, atau kasih tau kalau sudah sampai rumah. Cinta bisa juga diterjemahkan ke dalam sekaleng kopi instant dingin yang setiap pagi hadir di meja kerja, tanpa diminta.

Dan saya merindukan pagi dengan sekaleng kopi instant dingin itu. Sekaleng kopi yang bisa menyegarkan pagi saya, entah karena kafein atau ada cinta di dalamnya.

Comments

Popular Posts