Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

Catatan dari pemakaman

Lalu, apalah lagi artinya uang, harta kekayaan, jabatan, karir cemerlang,  kekasih tampan rupawan cantik jelita, ketika badan telah berbungkus kain putih tanpa jahitan itu?Hati saya ciut, badan saya merinding ketika tubuh tanpa nyawa yang tidak pernah saya kenal itu diturunkan ke liang lahat. Inilah rumah masa depan sesungguhnya, tempat kita beristirahat sepuasnya. Semua kita, hanya tinggal menunggu waktu.Mimpi tentang kekasih sejati, rumah nyaman, dan mobil idaman pun tiba-tiba kehilangan makna, tidak berarti apa-apa.

The very ugly truth

Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Saya mempercayai itu sebenar-benarnya. Kenyataan tidak selalu membuat kita berada di atas angin. Benar, seringkali hidup membuat kita merasa berada di atas angin, terbang ke langit ke tujuh, namun kemudian menghempaskan kita sekuat-kuatnya sampai ke dasar jurang yang paling dalam, gelap, pengap, tanpa udara. Kita pun serasa mati sesaat atau beberapa lama. Hanya yang tangguh yang dapat memaksa dirinya keluar dari jurang kehampaan itu.

Sebagai perempuan lajang di usia 41 tahun, tentu isu terbesar yang saya hadapi adalah jodoh. Walaupun saya tidak menganggapnya isu terbesar, tapi orang di sekitar saya menjadikan itu sebagai isu terbesar saya. Bagaimana tidak, kalau setiap kali saya harus dihadapkan dan disudutkan pada pertanyaan yang sama, kapan NIKAH? Apalagi kalau pertanyaan itu keluar dari mulut ibu saya, wanita yang paling saya hormati dan cintai sejagad raya. Saya bisa bilang apa, selain diam dan menelan mentah-mentah pertanyaan…

Sakit

Yang paling gak enak hidup sendirian itu ketika sakit. Gak ada yang ngajak ke dokter, pergi sendiri lemes, gak ada yang beliin makanan. Gak ada yang beliin obat. Jadilah menikmati sakit dan lapar sendirian.

Sleepless or endless thoughts: which one comes first?

For me, being able to sleep before 12 at night is a blessing. My sleeping problem reoccurs lately. At the worst time, I would only be able to close my eyes at 5 in the morning. No matter how hard I try, my eyes betray me, they refuse to sleep. Then some time before 8 AM, I would be awake with a heavy head and feeling dizzy. It feels like I walk in the air, my feet do not even touch the ground.
In the sleepless night, there is so much noise in my head, endless thoughts of everything roaming around. I think of all stuffs; work, personal life, family and relatives, financial issues, dreams, rejections, pains, loneliness, even life after death and the list is still on and on.
The sleepless nights always grant me endless thoughts. Or is it the other way around instead?

Semu untuk sejati

Saya berkesimpulan, setelah mengalami berbagai hal dalam hidup saya yang sangat sederhana ini, bahwa untuk memperoleh kebahagiaan hakiki, kita akan melewati beberapa fase di mana kita dihadapkan pada kebahagiaan semu. Seringkali kita memaksa diri kita untuk percaya bahwa itulah kebahagiaan sejati, menyangkal sedemikian rupa bahwa itu hanyalah fase yang sangat semu. Setelah terjatuh berkali-kali, dan sialnya seringkali pada lubang yang sama, seperti keledai saja, kita baru berani mengakui bahwa bahagia yang kita kira sejati, sesemu bayangan yang menghilang bersama langit senja.#latenitenote