Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2014

Buku Catatan

Buku catatan itu penting, digital maupun tradisional. Sayangnya, saya jarang banget membuat catatan-catatan sepanjang perjalanan hidup saya. Saya punya buku catatan itu, saya isi dengan perasaan, ide, rencana atau mimpi-mimpi saya, atau momen-momen yang saya anggap istimewa dan saya takut akan hilang dalam ingatan saya kalau tidak dituliskan. Tapi tidak tergolong rajin mengisi buku catatan itu, seringnya terlupa, ya karena tidak terbiasa itu.

Kalau sedang iseng, saya suka buka tulisan-tulisan saya itu, kemudian teringatlah saya dengan kejadian-kejadian yang sudah terlupa, atau ide-ide yang sudah tidak pernah saya pikirkan lagi. Buku catatan bisa mengingatkan kita pada banyak hal, pada mimpi yang sepertinya sudah berdebu, teronggok begitu rupa di sudut kamar. Atau pada orang yang dulu pernah kita anggap spesial. Atau pada ide-ide yang menunggu untuk dijalankan dan mimpi-mimpi yang menggeliat minta dihidupkan.

Dua hari lalu, saya ada blind date. Saya pikir akan saya tuliskan dalam buku…

Hilang

Aku hilang arah, melangkah tapi tak bergerak
Aku hilang arah, membaca mata angin pun aku keliru
Aku hilang arah, mata terbuka tapi tak mampu melihat
Aku hilang arah, berkaca tak melihat mukaBetapa hilangnya diri.

Pundak Laki-Laki

Mantan saya dulu sering kali bilang gini, "Mei, laki-laki itu pundaknya harus kuat". Saya tahu persis apa yang dimaksud. Laki-laki tidak hanya bertanggung jawab atas dirinya, tapi juga atas diri perempuan yang dijadikan teman hidupnya, ibu dari anak-anaknya, dan tentu saja atas diri anak-anaknya. Maka, memang betul, pundak laki-laki itu sungguh harus kuat. Apalah jadinya kalau ia tidak memiliki pundak yang kuat? Bagaimana dia akan memikul tanggung jawab yang ada di pundaknya? Saya setuju sekali dengan pemikiran seperti itu.

Buat saya, laki-laki yang punya pundak kuat, yang rajin bekerja untuk menafkahi diri dan keluarganya, memberikan kehidupan yang terbaik buat orang-orang yang dicintai, dengan cara yang baik dan halal tentunya, itulah laki-laki sebenarnya.

Satu hal lagi, buat saya, laki-laki yang mau sibuk kerja dan berpikir itu seksi.

Sometimes

Sometimes I'm loud, sometimes I'm quiet. Sometimes I'm talkative, sometimes I'm reserved. Sometimes I'm overjoyed, sometimes I'm inconsolable. Sometimes I'm full of life, sometimes I'm just so lifeless. 

Sometimes I smile, sometimes I get frowned. Sometimes I laugh, so many times I cry. Sometimes I feel contented, sometimes I feel empty. 

I've been rejected and accepted. I've been up and down. I've been lost, I've been found. I've been hurt, I've been saved. 

People told me that's life.