Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Target, Goal, atau Apapun Itu Namanya

Saya bukan orang yang rajin buat resolusi saat pergantian tahun. Belum pernah saya melakukan itu, setidaknya sampai awal tahun ini. Itu pun saya lakukan bukan di awal-awal sekali, mungkin di bulan kedua, baru saya menuliskan target, atau tepatnya mimpi yang ingin saya wujudkan di tahun ini. Ada tiga mimpi yang saya tuangkan di atas kertas, saya cetak dengan tinta warna warni, huruf yang manis, dan gambar sebagai visualisasi mimpi saya. Kata orang, visualisasi bisa membantu kita untuk mewujudkan mimpi. Katanya lagi, alam semesta akan berkonspirasi supaya mimpi itu menjadi kenyataan. Kertas berisi tiga mimpi itu kemudian saya tempel di dinding kamar saya, biar bisa sering terlihat, dan saya bayangkan. Tiga mimpi besar itu, yang pertama, saya harus jadi Konsultan HKI tahun ini. Kemudian, saya menuliskan punya rumah sendiri di mimpi yang kedua. Dan yang ketiga adalah menikah. Belum pertengahan tahun, saya sudah pastikan mimpi saya yang pertama tidak bisa diwujudkan tahun ini. Pelatihan ko…

One Fine Evening

One fine evening at the Northpoint Residence swimming pool.Kenny: Hey! Are you just gonna stand there or join me here?
Me: Isn't it cold?
Kenny: Naah...it's warm, just nice. Come on, jump!
Me: OkayKenny was right, the water was warm. And we spent the whole evening swimming, laughing and talking about many things until the lights off.

Yeay Hujan!

Hujan. Saya suka hujan, saya suka aroma hujan. Saya suka ketika butiran-butiran air itu melepaskan diri dari awan yang jenuh uap air, dan kemudian menghapus debu di udara, jatuh di daun-daun, menimpa kaca jendela dan atap rumah dengan riuh rendah nyanyiannya. Dan nyanyian itu, nyanyian hujan itu, sungguh mampu menenangkan hati saya.

Semasa saya duduk di sekolah dasar, daerah tempat tinggal saya itu masih sangat kampung. Jarak dari rumah ke sekolah yang cukup jauh itu, saya tempuh dengan jalan kaki. Melewati sawah, kebun, sungai dengan aliran air yang cukup besar dan jalan tanah setapak. Waktu itu jarang sekali orang yang punya kendaraan bermotor. Dan ketika hari hujan, saya akan berjalan kaki ke sekolah dengan membawa sebilah daun pisang sebagai payung. Masih sangat jelas dalam ingatan, saya berseragam putih merah, menggendong tas punggung, bertelanjang kaki (sepatu dan kaus kaki saya simpan dalam tas) berpayung daun pisang. Tapi apabila hujan selepas sekolah, saya tidak akan susah p…

Hampir Lupa

Sungguh saya hampir lupa dengan blog ini, dan sungguh saya hampir lupa bagaimana caranya menulis. 
Banyak sekali hal yang dulu saya kerjakan, sekarang tidak lagi, sekarang sudah lupa, atau memilih lupa. Tapi ada banyak hal yang seharusnya saya tolak lupa. Seperti blog ini, seperti menulis ini. Mudah-mudahan saya bisa melawan lupanya.