Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2008

Sari?? Tari??

Waktu saya baru aja jadi penghuni baru di tempat kos saya sekarang ini, saya sudah memperkenalken diri kalo nama saya Sari, itu sekitar bulan November 2007 lalu. Entah vocal saya yang terlalu merdu atau pendengaran si mbak asisten pribadi Ibu kos saya yang bermasalah, nama saya yang Sari itu pun terdengar menjadi Tari di telinganya. Sebenernya saya sudah berniat (beberapa kali malah) untuk meralat nama saya setiap kali si mbak yang baik hati itu nyebut nama saya, tapi entah kenapa kok saya gak tega terus ya mo bilangnya.Lagi pula saya pikir, Tari kedengaran lebih manis dari pada Sari. Akhirnya sampe sekarang, sudah sekitar delapan bulanan gitu, jadilah saya Tari, bukan Sari, buat si mbak itu.

Euforia

Pagi ini saya terserang euforia yang teramat sangat! Saya sampai tidak bisa berpikir apa-apa, dan tidak tahu harus melakukan atau mengatakan apa. Saya ingin menenangkan diri dulu dari euforia ini.

Potongan sabtu sore

Sabtu sore, sebenarnya saya tidak berniat ke mana-mana, selain karena saya ada pekerjaan yang harus saya selesaikan untuk minggu ini, juga karena belum lagi pertengahan bulan kondisi keuangan saya sudah megap-megap persis nasib ikan koki saya dulu yang akuariumbulat kecilnya sering diubek-ubek oleh keponakan saya yang super duper bandel. Ini lantaran beberapa hari lalu saya sempat dilarikan ke emergency di RS. Mitra, Jatinegara. Maka semakin terpuruklah perekonomian saya untuk bulan ini. Tapi mau tidak mau, bangkrut tidak bangkrut, meskipun saya sedang malas dan kolaps, saya harus keluar rumah juga, cuma ke cc (cyber cafĂ© , kedengarannya lebih keren ketimbang warnet :p) sih karena harus kirim kerjaan lainnya yang saya janjikan kelar sabtu ini. Malang tak bisa dicegah, untung tak bisa diraih, begitu saya sampai cc langganan saya, yang tidak terlalu jauh dari rumah, ternyata cc tersebut tutup. Akhirnya sayapun mencari cc lain yang lebih jauh dari rumah dan ongkos angkotnya pun tentu leb…

Sepi itu...

Ada kalanya saya merasa takut pada sepi . Saya sendiri gak tau pasti apa alasannya. Lucu yaa, takut kok pada sepi. Tapi ada kalanya saya juga begitu mencintai sepi, begitu menikmati kesendirian saya, hanya ada saya dan pikiran saya. Tapi kemarin, saya sedang tidak ingin menikmati sepi saya, pun kesendirian saya. Jadilah pulang kantor kemarin, saya muter-muter di Mal Ambasador. Tidak berniat untuk beli apa-apa, cuma sekedar menghindar dari sepi. Tapi toh di sebuah toko buku akhirnya saya mengeluarkan uang juga dari dompet saya untuk novel sang pemimpi dan edensor, buku kedua dan ketiga dari tetralogi laskar pelangi-nya Andrea Hirata, dan The Naked Traveler yang berisi catatan perjalanan seorang backpacker perempuan Indonesia, ditambah satu pak buku tulis untuk keponakan saya. Sebuah sms dari seorang teman yang sedang sakit jiwa, menyudahi keasikan mata saya menatap jejeran sepatudi salah satu sudut mal itu sebelum saya benar-benar menemukan sepatu yang cocok dengan kaki dan dompet saya…