Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2008

I know I’m strong enough

There’s a song by Cher, strong enough, which is truly powerful for me. The lyric, the beat, has a power to lift me up whenever I’m feeling down. The song even helped me to get through hard times when I stumbled and fell down. It does work for the healing process. I don't need your sympathy
There's nothing you can say or do for me
And I don't want a miracle
You'll never change for no one

I hear your reasons why
Where did you sleep last night?
And was she worth it, was she worth it?

'Cos I'm strong enough
To live without you
Strong enough and I quit crying
Long enough now I'm strong enough
To know you gotta go

There's no more to say
So save your breath
And then walk away
No matter what I hear you say
I'm strong enough to know you gotta go

So you feel misunderstood
Baby, have I got news for you
On being used, I could write a book
You don't wanna hear about it

I've been losing sleep
You've been going cheap
She ain't worth half of me it's true
I'm tellin…

Maka berikanlah maaf..

Saya percaya, baik dan buruk dalam diri manusia tak ubahnya seperti dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Begitu pula dengan diri Pak Harto, banyak yang menghujat tapi saya percaya beliau punya sisi baik yang semestinya tidak boleh kita lupakan. Biar bagaimanapun juga, beliau sudah mempunyai andil yang demikian banyak dalam membesarkan Negara ini dan membawa kita sampai pada tahap sekarang walaupun masih jauh dari harapan kita pastinya. Jadi tidak ada salahnya kalau kita berbesar jiwa dan memberikan maaf untuk beliau yang sudah kembali kepada sang Pemilik. Note: Saya tidak pernah membenci Pak Harto. Satu-satunya kekesalan saya sama beliau adalah ketika dulu pada saat TVRI masih jadi satu-satunya stasiun tv yang tayang di sini (it truly revealed my age, right!? :D), acara yang saya tunggu-tunggu harus terlambat atau bahkan tidak tayang sama sekali lantaran si stasiun tv ini menayangkan laporan khusus yang meliput kegiatan Pak Harto. Tapi perasaan kesal itu sudah hilang kok sejak l…

kencan pertama

Yup, satu polesan lagi beres. Yaya menebalkan sedikit lipstick coklat muda lembut itu di bibirnya untuk menambah kesan sensual. Yaya bersyukur sekali, minggu lalu teman-temannya yang tukang paksa itu berhasil membuat dirinya setuju untuk mengikuti kelas kecantikan singkat yang diselenggarakan oleh salah satu produsen produk kecantikan yang lumayan terkenal. Tidak percuma dia mengeluarkan sejumlah uang dari koceknya yang seringkali prihatin di akhir bulan. Toh hasilnya tidak terlalu mengecawakan. Dia sekarang bisa membuat bibirnya (yang ia yakin merupakan bagian yang paling menarik di wajahnya) kelihatan jauh lebih seksi, menyapukan blush ondi pipinya dengan arah yang benar, dan ia juga bisa memakai mascara tanpa harus mencolok matanya. Yaya menatap pantulan dirinya dalam cermin lady’s room di café kecil favoritnya itu dan tersenyum sumringah, ok, perfect! “Semuanya memang harus sempurna malam ini, ini kencan pertama gue. Pangeran impian gue dateng jauh-jauh, jadi gue harus kelihatan s…

berjarak hati kita

Berapakah lagi jarak yang harus aku tempuh untuk mendekatkan hati kita? Seribu, dua ribu, sepuluh ribu mil? Aku bahkan tak tahu seberapa panjang jarak yang aku sebutkan tadi. Apakah jarak itu memang benar-benar ada? Atau kita sendiri yang begitu pintarnya menciptakan jarak itu?

Dodol!! Malam ini aku kehilangan kamu lagi. Aku merasakan jarak semakin membentang. Melewati puncak gunung, bibir pantai, liku sungai. Aku tak tahu dimana jarak ini akan berakhir. Keabadiankah jarak itu? Sampai maut memanggilkah ia?

Aku ingin berteriak, mengumpat, menjambak, melompat. Tak jua hilang jarak itu.