Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2008

pada akhirnya

Adalah keputusan untuk kembali pada-Nya, dan kemudian mencintai tanpa syarat yang pada akhirnya meredam samudera yang bergelora dalam jiwa saya. Walaupun saya belum bisa benar-benar menaklukkan samudera itu, paling tidak untuk minggu ini saya berhasil berlayar di atasnya dan sejenak menepi setelah bertarung dengan gelombang itu. (I have found the paradox, that if you love until it hurts, there can be no more hurt, only more love. ~ Mother Teresa ~ *dari Emma*)Note:Untuk Ridho, sosok bermata bening, mencintai tanpa syarat.

“Odit Pingin Punya Pacar, No.”

Seperti malam-malam sebelumnya, selama hampir satu minggu belakangan ini, Odit terbangun tepat jam 2 malam.Alam bawah sadarnya memaksanya untuk terjaga tatkala yang lain nyenyak memeluk mimpi. Dan seperti malam sebelumnya juga, Odit hanya menemukan sunyi dan kosong dalam kamarnya.Tangan Odit meraba-raba dalam keremangan, mencara Nino, teman tidurnya. Odit menemukan Nino di sudut sebuah toko boneka di salah satu town square di Selatan Jakarta kurang lebih satu tahun lalu, ketika hati Odit masih retak di sana sini, ketika pusaran cinta menariknya dan kemudian menghempaskan Odit ke palung yang sangat dalam dan gelap tanpa warna, hanya ada pengap, dan Odit benar-benar tidak tahu bagaimana caranya keluar dari tempat terkutuk itu. Dan kini, sudah lebih satu tahun sejak malam di mana Odit terhempas, tetapi Odit kadang masih merasa dia belum sepenuhnya keluar dari kegelapan itu, dari ruang yang membuatnya merasa sulit bernafas. Sebenarnya Odit tidak tahu, Nino si polar bear itu berjenis kelam…