Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2007

margo story

Hey..kok senyum-senyum gak jelas gitu, kenapa?
Gak papa, pingin senyum aja.
Pasti ada apa-apa deh..
Sok tau kamu!
Emang saya tau kamu kok. Udah deh cerita aja, jangan sombong gitu.
Gak ada apa-apa kok, gak ada yang penting. Cuma inget kejadian tadi aja di Margo.
Ngapain kamu ke sana?
Hmmm…blind date.
Hohoho..so you still do blind dates huh?
Saya gak keberatan.
Kenal dimana? YM? Friendster? Hi5?
Nggak, dikenalin ama temen saya.
Ooo..Ngapain aja tadi di Margo?Nonton?
Hey, you know me, I don’t go to the movies on the first dates, especially the blind ones.
Terus ngapain?
Ngopi-ngopi aja di Starbuck.
Terus…?
Terus apanya??
Yaa terus gimana? Akhirnya gimana?Berlanjut ke arah mana?
Nggak berlanjut ke mana-mana, kita cuma temenan aja.
He’s not the one?
I guess not. He’s not my type, and I’m not his type either.
Jadi mode on nya masih sama, single but looking?
Sejauh ini iya haha…
Haha..baguslah, jadi kita masih dalam klub yang sama.
*jdigh*
Auuww!!

berjarak hati kita

Berapakah lagi jarak yang harus aku tempuh untuk mendekatkan hati kita? Seribu, dua ribu, sepuluh ribu mil? Aku bahkan tak tahu seberapa panjang jarak yang aku sebutkan tadi. Apakah jarak itu memang benar-benar ada? Atau kita sendiri yang begitu pintarnya menciptakan jarak itu?

Dodol!! Malam ini aku kehilangan kamu lagi. Aku merasakan jarak semakin membentang. Melewati puncak gunung, bibir pantai, liku sungai. Aku tak tahu dimana jarak ini akan berakhir. Keabadiankah jarak itu? Sampai maut memanggilkah ia?

Aku ingin berteriak, mengumpat, menjambak, melompat. Tak jua hilang jarak itu.

hati-hati dengan hati

Ketika semua mata seharusnya terpejam, saya masih setia memandangi monitor notebook saya, mencari-cari kata yang harus diperbaiki, diganti atau dihilangkan sama sekali. The Look of Love-nya Diana Krall tiba-tiba terdengar sangat nyaring dari henpon saya ditengah malam yang sunyi ini. Seketika buyar focus saya.

"yup..malem-malem nelpon, nape?"

"huaaaa...."

"Nay...nape si lo!?"

"Huaaa huhuhu...hiks"

"Naaay...napa sih? ada apa?" Saya melirik jam tangan saya, 01.14. Bingung, gak setiap hari saya terima telpon pada jam-jam segini dan cuma dengar suara tangisan.

"Hiks..hiks..dia pergi nDaa..ninggalin gua..it's all over..hiks..huaaa..."

"Siapa?Radit?"

"Iyaa..hiks..emang siapa LAGIII!" Jerit Naya galak. Lho ni orang kok curhat galak-galak gini sih.

"Lho..laki-laki kan emang gitu Nay, suka pergi sesuka hati" Ups, kayaknya jawaban saya salah deh.

"Kok kamu malah ngomong gitu sih nDaaaa!!" Tuuuh be…

sepatu baruku

Di dalam bis, saya menatap sepatu baru saya dengan takjub. Tidak manis, tidak keperempuan-perempuanan, tapi sangat nyaman. Yup, nyaman sekali. Tanpa hak tinggi, yang bikin nyeri kaki (well, I'm not high heels type)Nyangkrem-nya (Sorry, I couldn't find the most suitable term for this word in Bahasa or English) pas banget di kaki saya. Enak dibawa lari apalagi jalan. Sudah terbukti tadi waktu saya ngejar bis ini di depan halte Tosari.

But..tunggu dulu, keknya ada yang kurang deh. Ya ya kaos kaki, saya lupa pake kaos kaki. I should wear socks! Besok mesti pake kaos kaki nih.